Nasib Briptu Rani dan Kapolres Mojokerto Ditangan Kapolda Jawa Timur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni dan Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho saat ini berada di tangan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Unggung Cahyono.

Demikian diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie saat ditemui tribunnews.com bersama wartawan lainnya di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (1/7/2013).

“Sementara Kapolres Mojokerto memang sudah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Kapolres,” kata Ronny.

Briptu Rani diputus dengan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) dengan alasan Polwan asal bandung tersebut sudah lima kali menerima surat keputusan hukuman disiplin.

Selain itu, Polwan cantik tersebut pun sudah lima bulan meninggalkan kesatuannya. “Maka sementara putusan disidang kode etik itu mengusulkan untuk dia di PTDH dari kepolisian,” ungkapnya.

Kini nasib Briptu Rani dan AKBP Eko Puji Nugroho berada di tangan Kapolda jawa Timuir setelah diputus dalam sidang KKEP (Komisi Kode Etik Profesi) Polri.

“Namun ini masih diajukan pada Kapolda yang akan menentukan. Soal pembuktian kebenaran adanya kasus yang dilaporkan (Briptu Rani) itu masih didalami tim,” ucapnya.

Ditanya apa yang menyebabkan AKBP Eko Puji Nugroho dibebastugaskan, Ronny belum bisa menjelaskan secara gamblang.

“Mungkin nanti akan diberi penjelasan secara mendalam, yang baru saya ketahui dia dibebastugaskan dari jabatannya. Apa yang menyebabkan bebas tugaskan perlu didengar dari pimpinanannya,” ujarnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.