Nasib Burhan Setelah Kaget Rumahnya Tiba-tiba Dirobohkan Prajurit TNI

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Empat hari lalu tepatnya Kamis 26 November 2020, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Distrik Militer 0104/Aceh Timur, Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, mendadak merobohkan rumah warga miskin bernama Burhanuddin di Dusun Paya Tualang, Gampong Buket Pala, Kecamatan Peureulak.

Rumah milik buruh tani itu dirobohkan prajurit TNI karena tak layak huni lagi, karena sudah lapuk termakan usia. Kondisi rumah juga rawan runtuh dan berpotensi membahayakan Burhan dan keluarganya.

Ketika itu Burhan sangat terkejut, karena tiba-tiba saja dihubungi Kodimn 0104/Aceh Timur, tentang rencana merobohkan rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

"Seperti mimpi, Semalaman saya benar-benar tidak bisa tidur, terima kasih banyak semuanya, terima kasih," kata Burhan dilansir VIVA Militer dalam siaran tertulis Komando Daerah Militer atau Kodam Iskandar Muda, Sabtu 28 November 2020.

Rumah berukuran empat kali enam meter itu dirobohkan hingga rata dengan tanah. Tak cuma itu, seluruh material bangunan rumah juga telah dilucuti dan dibersihkan dari lokasi. Lalu bagaimana nasib Burhan dan keluarganya selanjutnya?

Menurut Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0104/Aceh Timur, Kapten Kav Khairul Nizam, rumah Burhan akan diganti dengan yang baru dan tentunya layak huni oleh TNI.

"Kita bangun kembali rumah ini, agar Pak Burhan dan keluarganya ke depan bisa tinggal secara layak, tidak seperti sekarang ini," kata Kapten TNI Khairul.

Kapten TNI Khairul mewakili Dandim 0104/Aceh Timur, Letnan Kolonel Czi Hasanul Arifin Siregar menuturkan, prajurit TNI akan mengerjakan langsung pembangunan rumah baru untuk keluarga Burhan. Dan diperkirakan dalam tiga pekan ke depan, rumah baru untuk Burhan sudah selesai dibangun.

Selama proses pembangunan berlangsung, Burhan dan keluarganya untuk sementara waktu menghuni gubuk yang berada di belakang rumahnya. "Sambil menunggu beres, untuk sementara Pak Burhan dan keluarganya tinggal gubuk belakang rumahnya," kata Kapten TNI Khairul Nizam.

Nasib Burhan mujur, di saat kondisi keuangannya sulit, dia dan keluarganya terpilh menjadi salah satu pilihan sasaran Program Bimbingan Teritorial (Binter) Terpadu TNI 2020.

"Kami turut prihatin, bertahun-tahun Pak Burhan dan keluarganya tinggal di rumah petak dengan kondisi sangat tidak layak huni ini. Karena itu, rumahnya kita perbaiki," ujar Kapten TNI Khairul Nizam.

Burhan selama ini memang telah bercita-cita memperbaiki rumahnya itu, tapi penghasilannya sebagai buruh serabutan rupanya tak pernah bisa ditabungkan untuk bekal renovasi rumah. "Sehari dapat Rp 30.000. Belum bisa memperbaiki rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja harus dicukup-cukupkan," katanya.

Baca: Masuk Bali, Jenderal TNI Perisai Nyawa Jokowi Disucikan di Bandara