Nasib China Miris, Poul-Erik Hoyer Larsen Jadi Presiden BWF Lagi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Rapat Umum Tahunan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) ke 82 telah rampung pada Sabtu 22 Mei 2021 malam. Rapat yang dilaksanakan secara virtual ini menghasilkan beberapa keputusan penting.

VIVA Bulutangkis melansir dari situs resmi BWF, terpilih pada rapat itu Poul-Erik Hoyer Larsen (Denmark) sebagai Presiden BWF, Khun Ying Patama Leeswadtrakul (Thailand) sebagai Wakil Presiden BWF, dan Paul Kurzo (Swiss) sebagai Wakil Presiden Para Badminton. Ditambah 20 Anggota Dewan BWF untuk periode 2021-2025.

Terpilih lagi jadi Presiden BWF, ada sederet catatan penting untuk Larsen. Hal ini terkait nasib pebulutangkis dunia yang terdampak COVID-19. Salah satunya China.

China memang kerap menjadi sorotan, sebab sudah setahun lebih mereka tak berlaga. BWF pun hingga detik ini tak kunjung memberikan kejelasan soal nasib mereka.

VIVA Bulutangkis mencatat, China sudah setahun lebih tak berlaga. Terakhir tampil di All England Open (11-15 Maret) 2020.

BWF sempat mengeluarkan pengumuman beberapa waktu lalu berjudul "Implikasi Coronavirus untuk Kompetisi Internasional". Mereka berjanji akan memperjuangkan China bisa berlaga.

Janji BWF hingga detik ini tak ada yang dipenuhi. Tak lama lagi, Olimpiade Tokyo juga akan digelar, tentu suatu kerugian yang amat besar bagi China sebagai raksasa bulutangkis dunia.

Dari segi rangking dunia, China juga sudah terancam, bahkan ada yang tergusur karena tak pernah lagi berlaga. Ini perlu menjadi perhatian bagi BWF.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel