Nasib Investasi Tesla Ada di Tangan Menko Luhut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, buka suara soal rencana investasi Tesla masuk ke industri baterai mobil listrik di Indonesia yang belum jelas juntrungannya.

Bahlil mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui perkembangan terbaru terkait rencana investasi dari raksasa otomotif dan teknologi dunia tersebut.

Menurut dia, rencana investasi Tesla di Tanah Air saat ini ditangani oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dibawah komando Luhut Binsar Panjaitan.

"Soal Tesla ini kebetulan ditangani langsung oleh tim yang ada di Kemenko Marinves," kata Bahlil dalam sesi teleconference, Jumat (17/9/2021).

Meski Kementerian Investasi/BKPM turut mengurusi rencana investasi Tesla, Bahlil menilai Luhut dan Kemenko Marinves punya jawaban yang lebih terkini.

"Kami juga tahu (rencana investasi Tesla), tapi tidak up to date. Lebih detailnya Kemenko (Marinves) yang lebih tahu perkembangan kekinian," ujarnya.

Sebelumnya, Bahlil mengaku tak ingin putus asa pasca Tesla dikabarkan lebih memilih India untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik. Dia pun optimistis jika pemerintah mampu menarik Tesla ke dalam negeri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rayu LG

Warna biru itu merupakan baterai di mobil listrik (Foto: Electrek).
Warna biru itu merupakan baterai di mobil listrik (Foto: Electrek).

Dia lantas menceritakan pengalamannya merayu LG Energy Group untuk bisa berinvestasi membangun pabrik baterai mobil listrik pertama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Rabu (15/9/2021) lalu.

"Jadi kalau orang dalam bernegosiasi bisnis, deal-dealan, itu biasa lah pasang surut itu. Dunia belum berakhir, jangan pesimis," seru Bahlil.

"Barang ini masih jalan terus. Sama dengan saya melakukan negosiasi dengan LG, itu kan pasang surutnya tinggi juga. Satu tahun lebih baru clear," ujar dia.

Oleh karenanya, ia pun meminta support agar Tesla pada akhirnya bisa berinvestasi dalam membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. Khususnya setelah Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) berhasil diimplementasikan.

"Jadi doakan saja lah yang terbaik. Dan saya yakinkan bahwa Insya Allah dengan Undang-Undang Cipta Kerja ini akan melahirkan iklim yang lebih baik bagi pengembangan usaha kita dan kemudian membangun persepsi positif," ungkap Bahlil.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel