Nasib Kasus Penembakan 4 Laskar FPI Ditentukan Hari Ini

Ezra Sihite, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri akan menentukan nasib kasus penembakan yang diduga unlawful killing yaitu penembakan di luar hukum terhadap 4 laskar FPI yang merupakan pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) pada Rabu, 10 Maret 2021.

“Memang benar ya hari ini rencananya jam 14.00 WIB nanti akan dilaksanakan gelar perkara,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono pada Rabu, 10 Maret 2021.

Menurut dia, gelar perkara ini untuk menentukan apakah kasus dugaan unlawful killing terhadap empat orang Laskar FPI terdapat unsur pidana atau tidak. Sehingga penyidik akan menyimpulkan apakah ditingkatkan ke penyidikan.

“Gelar perkara untuk meningkatkan apakah kasus itu naik penyidikan,” ujarnya.

Dalam proses gelar perkara kata Argo, tim penyidik nanti akan diawasi oleh Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) dan Divisi Propam Polri.

“Nanti dari gedung Wassidik (Direktorat Pengawasan Penyidikan) akan menggelarkan. Intinya, hari ini untuk meningkatkan dari lidik ke sidik aja,” kata dia.

Diketahui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan 4 rekomendasi atas peristiwa tewasnya enam anggota laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Dari hasil penyelidikan yang berlangsung sejak 7 Desember 2020, Komnas HAM menyimpulkan bahwa peristiwa tewasnya 6 laskar FPI ini terbagi dalam dua konteks yang berbeda.

Dua laskar FPI tewas karena terlibat bentrokan dan saling serang dengan aparat dan tewas di tempat. Sementara empat laskar FPI lainnya tewas dengan dugaan ada pelanggaran HAM.

Komnas HAM merekomendasikan agar peristiwa tewasnya 4 laskar FPI dilanjutkan ke pengadilan pidana guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan.

Rekomendasi kedua, Komnas HAM meminta dilakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang berada di dalam dua mobil. Dua mobil ini terlibat dalam aksi serempet dengan mobil yang ditumpangi laskar FPI.

Selain itu rekomendasi juga meminta mendalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua mobil Avanza hitam itu berpelat nomor 1759-PWQ dan Avanza silver B-1278-KJD.

Rekomendasi berikutnya adalah mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh laskar FPI. Yang keempat, meminta proses penegakan hukum akuntabel, objektif, transparan sesuai dengan standar HAM.

Selanjutnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim membuat laporan model A atas kasus unlawful killing terhadap empat orang pengawal Habib Rizieq Shihab. Artinya, laporan dibuat langsung penyidik.