Nasib Mujur AKBP Ahrie, Eks Kapolres yang Dampingi Jenderal Listyo

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 3 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengangkat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Ahrie Sonta Nasution sebagai Sekpri Kapolri Spripim Polri. Ahrie merupakan perwira menengah (Pamen) Polri yang dibawa saat Sigit ikut uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR.

Pengangkatan Ahrie berdasarkan Surat Telegram (STR) Nomor: ST/318/II/KEP/2021 tertanggal 18 Februari 2021, yang ditandatangani oleh As SDM Irjen Sutrisno Yudi Hermawan. Kini, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok diisi AKBP Putu Kholis Aryana.

Lantas, siapa sosok Ahrie yang dianggap begitu spesial di mata Sigit, berikut penjelasannya yang dirangkum VIVA pada Jumat, 19 Februari 2021.

Dikutip dari Kabarpolri.com, Ahrie merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2002. Dia menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok baru hitungan bulan. Ia pernah menangkap penabuh drum grup band J-rock, Anton.

Kemudian, sosoknya makin tenar setelah ikut proses evakuasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Ia kerap mondar-mandir dalam pencarian bangkai pesawat, black box hingga korban.

Pada tahun 2018, Ahrie yang ketika itu masih berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) mendapat gelar doktor di bidang ilmu kepolisian. Dia polisi pertama yang mendapat gelar tersebut.

Dikutip dari LIPI.go.id, disertasi Ahrie tentang membangun formula reformasi budaya (kultural) dalam organisasi kepolisian. Khususnya di kepolisian tingkat resor sebagai basic police unit yang berhadapan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Ahrie mengatakan, bagi Polri perubahan budaya merupakan suatu keniscayaan, yakni sebagai bagian dari reformasi kepolisian pascapemisahan dengan militer (ABRI pada masa Orde Baru) sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 2 Tahun 1999.

“Reformasi Kepolisian itu sendiri secara lengkapnya mencakup reformasi struktural, instrumental, dan kultural. Sejauh ini, reformasi struktural dan instrumental dinilai telah berhasil,” ujar Ahrie.

Pada 2021, Ahrie dibawa oleh Jenderal Sigit ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri dengan Anggota Komisi III DPR pada Rabu, 20 Januari 2021. Saat itu, Ahrie yang termuda dampingi Sigit.

Sejumlah perwira tinggi (pati) Polri yang mendampingi Listyo Sigit antara lain Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kepala Baharkam Polri Komjen Agus Adrianto, Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Selanjutnya, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada selaku Ketua Tim Ahli calon Kapolri, Kapolda Sulawesi Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak. Sedangkan, ada perwira menengah Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta serta dua orang staf dan operator yang diajak juga.

"Mohon izin, yang hadir mendampingi kami ini susunannya adalah urutan senior mulai dari 87, 88, 89, 90, letingan 91 dan adek-adek kami. Jadi, saat ini Polri solid," kata Listyo Sigit saat uji kelayakan dan kepatutan.

Di samping itu, pria kelahiran Kota Bandung, Jawa Barat, 2 April 1981 ini juga diajak Sigit menangkap Djoko Soegiarto Tjandra di Malaysia pada Juli 2020. Djoko Tjandra merupakan buronan terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Saat menjabat Kanit Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada 2018, Ahrie dalam dua bulan berhasil mengungkap lebih dari 100 Kg narkotika. Kemudian, ia juga tergabung dalam tim membongkar operasi sindikat Taiwan yang disita di Perairan Tanjung Berakit Pulau Bintan dengan jumlah barang bukti 1,6 ton.

Selain itu, Ahrie juga banyak terlibat dalam penanganan peristiwa kejahatan penting di tanah air. Dia banyak terlibat dalam satuan tugas khusus (Satgassus), salah satunya Satgassus Nemangkawi yang bertugas menjaga stabilitas Papua dari kelompok kriminal bersenjata.