Nasib Pahit Atlet Temuda di Olimpiade Tokyo 2020 Asal Suriah

·Bacaan 1 menit

VIVA – Hend Zaza asal Suriah menjadi atlet paling muda yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet tenis meja berparas jelita ini baru berusia 12 tahun.

Sayangnya, kiprah Zaza hanya seumur jagung. Dia langsung tersingkir pada babak pembuka, Sabtu 24 Juli 2021.

Dalam laga pertama, Zaza berhadapan dengan lawan yang usianya tiga kali lebih dewasa yakni Liu Jia dari Austria. Zaza kalah 0-4.

Meski begitu Zaza tidak menunjukkan tanda-tanda gugup, dia berhasil mempertahankan ketenangannya, meski bermain dalam tekanan lawan.

“Tampil di Olimpiade Tokyo sudah merupakan pencapaian, saya tidak diminta untuk menang, saya diminta untuk bermain dengan baik, ”katanya kepada Olympics.com.

"Saya pikir saya memiliki kinerja yang baik dan saya belajar dari kekalahan. Semoga di Olimpiade berikutnya, akan ada sesuatu di dalamnya untuk saya," jelasnya.

Penghargaan patut diberikan pada Zaza telah menantang peluang besar, muncul dari Suriah yang dilanda perang.

Dia tampil di Olimpiade dan mencatatkan sejarah sebagai pemain tenis meja termuda. Zaza juga menjadi pembawa bendera negaranya pada parade pembukaan Olimpiade, Jumat 23 Juli 2021

Pelatihnya Adham Jamaan mengatakan bahwa Zaza perlu terus berlatih. Kekalahan akan menjadi pelajaran, karena atletnya tersebut juga berlatih dengan suasana yang mencekam.

Zaza hanya dapat berpartisipasi dalam dua atau tiga pertandingan eksternal setahun karena perang saudara Suriah. Pemadaman listrik yang sering juga membatasinya untuk sesekali berlatih, hanya pada siang hari.

"Di mata saya, saya mencapai sesuatu. Seorang gadis berusia dua belas tahun bermain melawan seorang berusia 39 tahun dan mengambil sembilan atau sepuluh poin, ini adalah sebuah prestasi," ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel