Nasib perikanan tangkap: industri paling berbahaya, tapi tak ada standar keselamatannya

Perikanan tangkap merupakan salah satu industri yang paling berbahaya di dunia.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menaksir, kasus kecelakaan dari kapal perikanan menelan 24 ribu nyawa pekerja setiap tahun. Angka ini sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan kasus kematian pekerja di kapal komersial yang mengangkut barang ataupun penumpang.

Sayangnya, tak seperti kapal komersial yang dipayungi Konvensi Internasional tentang Keselamatan Penumpang di Laut (SOLAS), saat ini belum ada aturan global yang berlaku untuk mengatur aspek keselamatan kapal perikanan.

Situasi ini amat disayangkan. Pasalnya, kapal perikanan yang tidak aman juga kerap digunakan dalam aktivitas perikanan ilegal, tak dilaporkan, dan tak diatur (IUU fishing) dan dapat berkontribusi pada persoalan lainnya seperti alat tangkap ikan yang ditinggalkan, hilang maupun dibuang (ALDFG) yang semakin menjadi perhatian internasional karena dapat mengganggu lalu lintas pelayaran, sekaligus salah satu sumber utama pencemaran plastik di laut.

Karena itulah, seluruh negara semestinya menyepakati sekaligus meratifikasi perjanjian internasional yang mengatur seluruh aspek keselamatan kapal perikanan.

Keselamatan kapal perikanan dalam hukum internasional