Nasib PSK Terancam oleh Kehadiran Clubhouse

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Media sosial Clubhouse tengah dirundung masalah di tengah lonjakan pertumbuhannya yang eksplosif. Platform ini dilaporkan memiliki lebih dari 10 juta pengguna pada pertengahan Februari. Permintaan untuk pembuatan akun sangat tinggi, sehingga banyak yang mencoba menjualnya hingga US$100 atau Rp1,4 juta.

Tapi masalah utamanya bukan penjualan akun, melainkan penghapusan akun. Ini adalah masalah keamanan yang serius bagi pengguna yang tidak ingin mencampurkan kehidupan profesional dan pribadi.

Baca: Xiaomi Hidupkan Lagi Aplikasi gara-gara Clubhouse

Clubhouse mengharuskan pengguna untuk mendaftar dengan nomor telepon, dan membutuhkan akses kontak di ponsel pengguna untuk mengirimkan undangan ke orang lain. Platform ini hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang menerima undangan, sehingga pengguna terpaksa membagikan daftar kontak untuk mengundang teman atau kolega.

Karena memiliki akses penuh ke daftar kontak pengguna, aplikasi akan meminta pengguna untuk mengikuti pengguna lainnya yang kontaknya ada di perangkat. Hal ini memungkinkan pengguna melihat teman mana yang ada di Clubhouse, bahkan jika kontaknya itu tidak memiliki akun Clubhouse dengan nama asli mereka.

Konsep ini ternyata menjadi masalah serius bagi populasi rentan seperti pekerja seks komersial (PSK). Mereka kerap berusaha memisahkan kehidupan kerja mereka dengan kehidupan pribadi, sebagaimana dilansir dari situs Mashable, Kamis, 4 Maret 2021.

Para PSK yang saat ini masih menjalani profesinya atau sudah mantan, kerap menghadapi pelecehan, pemecatan dan konsekuensi-konsekuensi lainnya. Akibat ada di Clubhouse maka mereka bisa kembali menghadapi perundungan (bully).

"Daftar kontak saya sangat banyak karena saya telah memiliki nomor telepon yang sama selama 15 tahun. Ada banyak jenis orang di kontak yang saya ingin mereka tidak menyadari kehadiran saya di Clubhouse, seperti anggota keluarga hingga mantan rekan kerja. Orang yang saya kenal sengaja saya tidak bagikan detail pekerjaan saya di Clubhouse. Lagian, saya juga tidak mau," kata seorang PSK yang minta dirahasiakan identitasnya.

Ia juga mengaku bergabung dengan Clubhouse pada 30 Desember 2020. Nama pengguna yang dicantumkan di aplikasi adalah personanya sebagai PSK. Artinya, siapa pun yang memiliki nomor teleponnya dan bergabung dengan Clubhouse akan mengetahui pekerjaan aslinya.

Selain itu, ia pun menyadari bahwa penghapusan akun tidak mudah dilakukan. Untuk menghapus akun Clubhouse, pengguna harus mengirim email kepada perusahaan. Tapi faktanya di lapangan bahwa platform yang hanya bisa dipakai di iOS ini tidak selalu merespons permintaan pengguna.

"Meski begitu, tim dukungan Clubhouse tidak menghapus akun saya dan memberikan instruksi untuk melakukannya dalam aplikasi. Tapi itu tidak bisa berfungsi. Sampai saat ini juga akun Clubhouse saya masih ada di platform," tuturnya.