Nasib Sial Warga Makassar yang Kedapatan Jual Madu Palsu di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Makassar - Bukannya berbuat kebaikan agar terhindar dari musibah pandemi Covid-19 yang tengah melanda, seorang warga di Kota Makassar ini justru memanfaatkan segala cara untuk mendapat keuntungan dengan menjual madu palsu.

Warga Jalan Daeng Tata 1, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate berinisial AR (44) itu tak berkutik saat kedoknya sebagai penjual madu palsu dibongkar oleh tim Opsnal Polsek Manggala.

Panit II Opsnal Polsek Manggala, Ipda Asis mengatakan pelaku beserta barang bukti berupa tiga jeriken berisi madu palsu telah diamankan. Selain itu, polisi juga mengamankan telepon genggam yang digunakan pelaku untuk menjual madunya itu.

"Kita serahkan ke Polrestabes Makassar untuk diproses hukum lebih lanjut," kata Asis kepada Liputan6.com, Kamis (5/11/2020).

Awal pengungkapan kasus tersebut, kata dia, bermula dari adanya informasi yang diterima. Jika ada seorang pria dicurigai sedang menuju daerah Tamangapa Raya, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar serta membawa beberapa jerigen berisi cairan kental seperti madu.

Tak berpikir lama, tim lalu berupaya menyelidiki dengan bergegas ke lokasi yang dimaksud dan seorang diantara tim menyamar sebagai pembeli. Hanya selang beberapa menit, pelaku juga tampak tiba di lokasi dengan mengendarai sepeda motor dan membawa beberapa jerigen yang isinya madu yang diduga palsu tersebut.

"Pelaku lalu diamankan dan diinterogasi. Alhasil ia mengakui perbuatannya yang hendak menjual madu diduga palsu tersebut ke pemukiman warga Jalan Tamangapa Raya," ucap Ipda Asis, Selasa 3 November 2020.

Saat diinterogasi, pelaku AR juga menjelaskan bahwa madu palsu itu, ia dapatkan dari pelaku lainnya inisial AN yang masih dalam penyelidikan tim Opsnal Polsek Manggala.

"Pengakuan AR, madu diduga palsu itu ia banderol dengan harga Rp500.000 hingga Rp600.000 per jerigen. Dimana tiap jerigen bernetto 5 liter," jelas Asis.

Simak juga video pilihan berikut ini: