Nasib Tragis TKW Karawang, Dilecehkan Majikan Pria Disiksa Majikan Wanita

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Karawang - Perlakuan buruk oleh majikan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Karawang, Jawa Barat, Komalasari (32), di Arab Saudi.

Selama bekerja sebagai asisten rumah tangga di Saudi Arabia, wanita asal asal Perum Bumi Sukasari Indah RT 003/006, Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Karawang ini diduga menjadi korban pelecehan seksual majikannya.

Suami Komalasari, Jajat Sudrajat (35), menerangkan istrinya sudah bekerja selama tujuh bulan kepada majikannya melalui agensi.

Dia mendapat kabar selama menjadi pembantu rumah tangga, istrinya mengalami perlakuan tidak sononoh atau pelecehan seksual, sehingga kerap menjadi pelampiasan kecemburuan pasangan majikannya.

"Dalam komunikasi, sejak awal bekerja tidak memperlihatkan adanya perlakuan tidak senonoh, namun selang satu bulan bekerja mulai terlihat ada gelagat buruk," kata Jajat, Kamis (13/8/2020) saat memberi keterangan kepada media.

Jajat mengatakan lantaran pelecehan seksual majikan pria itu, Komalasari justru menjadi pelampiasan emosi istri majikan yang terbakar cemburu. Akibatnya, dia sering disiksa secara fisik.

"Istri saya sudah ketakutan dengan perlakuan majikan di Saudi Arabia," katanya.

Suami Minta Komalasari Dipulangkan

"Diperlakukan seperti itu, jelas saja istri saya menolaknya. Dia selalu berusaha menghindar dan menyelamatkan diri ketika majikannya mendekati dan memaksanya," ucapnya.

Dia pun mengakui, Komalasari beberapa kali menghubunginya. Ia selalu mengeluh tindakan majikannya.

"Saya dan keluarga khawatir, untuk sementara ini istri disarankan untuk melaporkan atau tinggal sementara di agensi yang mempekerjakan sebagai pembantu rumah tangga," katanya.

"Saya sudah minta untuk menghindari dan mampu bertahan serta melindungi diri, tapi entah untuk berapa lama. Kontrak kerjanya saja masih tersisa 17 bulan lagi," ujarnya lagi.

Dia juga meminta kepada pemerintah untuk bisa memulangkannya ke Indonesia. Dia khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan lebih buruk lagi.

"Saya hanya berharap kepada pemerintah untuk bisa kembali ke kampung halaman," dia menuturkan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: