Nasihat untuk Cristiano Ronaldo, Jangan Antikritik

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan Presiden Juventus, Luciano Moggi angkat bicara terkait sikap Cristiano Ronaldo yang dianggap bentuk antikritik. Hal itu ditunjukkan ketika mencetak hattrick ke gawang Cagliari dalam lanjutan Serie A.

Ronaldo yang jadi kambing hitam tersingkirnya Juventus dari Liga Champions melakukan selebrasi kontroversial. Dia meletakkan jari di dekat telinga.

Banyak yang mempersepsikan aksi tersebut sebagai bentuk genderang perang Ronaldo kepada para pengkritik. Dia merasa masih bisa memberikan yang terbaik bagi tim berjuluk Si Nyonya Tua.

Menurut Moggi, sejatinya sikap tersebut tidak diperlihatkan oleh Ronaldo. Karena itu malah menunjukkan pemain asal Portugal tersebut sebagai seorang yang arogan.

"Ronaldo yang dianggap oleh semua kambing hitam, ingin menunjukkan bahwa dia adalah seorang juara untuk tidak dikritik," kata Moggi, ketika diwawancara Libero.

"Setelah mencetak gol melawan Cagliari, dia menganggap tepat untuk meletakkan jari di telinga dengan tujuan membuat kritikus mengerti itu," imbuhnya.

Moggi merasa yakin menyampaikan nasihat tersebut karena melihat rekam jejak Juventus. Dia membandingkan pencapaian tim sebelum adanya Ronaldo.

"Kami harus mengatakan, bahwa dengan dia di lapangan, Juventus telah memenangkan gelar juara seperti saat Ronaldo masih ada di Real Madrid. Sebelum dia datang, Juventus mencapai final, sekarang mereka tersingkir di babak 16 besar," kata Moggi.

Moggi tak memungkiri, sejak awal memang menentang pembelian Ronaldo dari Real Madrid. Alasannya adalah keuangan Juventus sedang tidak baik ketika itu.

Belum lagi fakta Ronaldo didatangkan di usia yang tidak lagi muda. Jelas sebuah rencana investasi yang buruk dari manajemen Juventus.