Nastar Hingga Kastengel, Segini Batas Konsumsinya Menurut Ahli

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ahli gizi menyarankan untuk tidak berlebihan saat mengonsumsi kue kering. Sebab, risiko kesehatan siap mengintai jika konsumsinya melebihi takaran. Dalam jangka panjang, konsumsi kue kering secara berlebihan, dapat menyebabkan obesitas, kolesterol, penyakit jantung, diabetes, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, konsumsi kue kering sebaiknya sesuai dengan jumlah yang dianjurkan. Lalu, berapa jumlah masing-masing kue kering yang boleh dikonsumsi dalam satu hari?

Setiap kue kering memiliki takaran yang berbeda-beda, karena jumlah kalorinya pun beragam. Berikut penjelasan lengkapnya yang dipaparkan oleh Spesialis gizi klinik, dr. Putri Sakti DP, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K.

Nastar

"Nastar estimasinya 50-70 kalori per satu butir. Jadi saya selalu menekankan ke pasien, ini kita anggapnya sebagai snack bukan sebagai pengganti makanan. Artinya, snack harusnya setara dengan buah. Jadi, saya bolehkan satu sampai dua butir per hari," ujarnya dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne, Rabu 5 Mei 2021.

Sagu keju

Dokter Putri menyebut, kue sagu keju memiliki jumlah kalori lebih sedikit dibanding nastar, yaitu sekitar 30 kalori per butir. Jadi, menurut Putri, kita diperbolehkan mengonsumsi kue kering ini 2-3 butir per hari.

Kastengel

"Bisa 2-3 masih oke. Kecuali kalau dia kejunya yang edamnya sampai banyak banget. Makin creamy dia makin banyak lemak, itu boleh 2 butir. Tapi kalau misalkan gak terlalu seperti itu, boleh sampai 3 butir," kata dia.

Menurut Putri, konsumsi kue kering sebenarnya bisa diimbangi dengan makan buah-buahan. Bagaimana caranya?

"Biasanya saya kasih tipsnya sambil makan buah. Artinya akan ada serat di situ yang untuk membantu penyerapannya akan berkurang, baik dari segi lemak maupun gulanya," tandas Putri.

Nah biasanya, tak sedikit orang yang mengonsumsi kue kering dengan ditemani soft drink. Kalau seperti ini, boleh enggak ya Dok?

"Kalau saya kurang menganjurkan. Kalaupun sesekali lagi pengen, porsinya aja dikurangin. Pakai gelas yang paling kecil kemudian jarang-jarang aja. Tapi tetep saya kurang menganjurkan. Karena satu gulanya tinggi banget. Kedua dia juga ada kafein yang tentunya juga gak bagus untuk kesehatan kita," imbuh dr. Putri Sakti.