Natal Penuh Khidmat di Mamuju dalam Suasana Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Mamuju - Pelaksanaan ibadah Natal bagi Umat Kritiani pada tahun 2020 ini berlangsung tak seperti biasanya. Pandemi Covid-19 yang melanda memaksa perayaan hari besar agama Kristen itu dilaksanakan dengan penuh pembatasan, utamanya penerapan protokol kesehatan.

Seperti pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Toraja Jemaat Mamuju, Sulawesi Barat, penerapan protokol kesehatan yang ketat berimbas pada jumlah jemaat yang hadir. Jika Natal tahun sebelumnya gereja itu selalu dipenuhi jemaat, kali ini hanya hanya 15 orang yang diperbolehkan hadir.

Pendeta Gereja Toraja Jemaat Mamuju, Elia P Buntungajang mengatakan, berkurangnya jemaat yang hadir karena kondisi pendemi Covid-19 yang belum stabil. Pihak gereja juga melaksanakan ibadah virtual untuk menghindari kerumunan, jemaat bisa mengikuti ibadah di rumah masing-masing.

"Meski secara virtual, tentu tidak mengurangi makna Natal, karena kami percaya bahwa dengan semangat dan cinta kasih itu, Natal senantiasa membawa damai dan suka cita," kata Elia kepada wartawan, Jumat (25/12/2020).

Elia juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk tetap mematuhi peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan. Ia pun merasa prihatin akan kondisi saat ini, menurutnya penyebaran Covid-19 hanya dapat ditekan ketika masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehtan.

"Kami juga merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Sejak Covid-19 melanda, kami belum membuka gereja secara umum," ujar Elia.

Namun, Elia berharap, di hari kelahiran Yesus Kristis ini, peringatannya tetap berlangsung khidmat dan senantiasi menyejukkan, meski dibatasi sejumlah peraturan. Semua masyarakat harus bisa menerima kondisi saat ini dan tak pernah takut untuk menghadapinya.

"Semoga berkat Natal memberikan semangat yang baru. Mari kita saling bahu membahu, saling menjaga serta tolong menolong kepada sesama," tutup Elia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: