NATO Kembali Hujani Tripoli Dengan Serangan Udara

Libya Tuduh Serangan NATO Tewaskan 15 Warga Sipil

TRIBUNNEWS.COM, TRIPOLI - NATO kembali melancarkan serangan udara terhadap ibukota Libya Tripoli Selasa (14/6/2011) malam. Gempuran pasukan NATO setidaknya dua sasaran menjadi sasaran sebelum tengah malam.

AP melaporkan target dari serangan udara malam masih belum diketahui, dan tidak ada berita tentang hal ini. Pesawat aliansi telah mulai menjatuhkan selebaran peringatan pasukan pemerintah untuk meninggalkan pos mereka di luar Zlitan, yang terletak di barat kota yang dipegang pemberontak di kota pelabuhan, Misrata.

Dilaporkan pemberontak Libya telah maju di sepanjang pantai Laut Tengah ke arah Zlitan. Menurut keterangan mereka telah diperintahkan oleh NATO untuk menarik diri menjelang pemboman.

"Tidak ada tempat untuk bersembunyi, ini tidak terlalu terlambat untuk menghentikan pertempuran. Jika Anda terus mengancam warga sipil, Anda akan menghadapi kehancuran..." Demikian isi pesan yang disebarkan NATO.

Seorang pejabat pemberontak mengatakan pemimpin oposisi di Zlitan telah bertemu dengan rekan-rekan mereka di Misrata, tapi dia mengakui mereka menghadapi tantangan untuk bergerak maju ke kota Tripoli.

"Kita membutuhkan orang-orang Zlitan untuk mendorong lebih berani maju. Mereka tergantung pada gerakan kami. Tapi masalahnya adalah hanya sepertiga kota adalah para pemberontak," kata Ibrahim Beatelmal, juru bicara militer pemberontak di Misrata.

NATO juga mengatakan serangan helikopter menghantam dua kapal militer Kadhafi di lepas pantai Misrata. Bukan hanya itu saja, kendaraan militer dan peralatan pun hancur di Zlitan.

NATO terus melakukan serangan udara hampir tiga bulan terakhir dengan tensi yang lebih konsisten dan tinggi kualitasnya. Serangan ini ditujukan untuk menghantam angkatan udara Kadhafi dan melemahkan kemampuan militernya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel