Nazar Tersenyum, Angie Menatap Sayu  

TEMPO.CO, Jakarta - Batal bersaksi pekan lalu, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, akhirnya bersaksi untuk Angelina Sondakh, terdakwa pengurusan anggaran proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan, Kamis, 29 November 2012. Duduk di kursi saksi, Nazar tak henti tersenyum.

Nazar mendatangi ruang persidangan dengan mengenakan kemeja biru berkerah merah. Nazar memandangi seluruh peserta sidang, termasuk Angelina alias Angie. Mantan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu pun lantas tersenyum kecil kepada Angie.

Adapun Angie yang duduk di samping Tengku Nasrullah, pengacaranya, sempat membalas pandangan Nazar. Tatapan mantan Puteri Indonesia itu sayu. Tak tersenyum, Angie lalu mengalihkan pandangan. (baca: Angie Siap Mental Hadapi Nazar)

Nazar pun diminta memberi kesaksian oleh jaksa penuntut. Namun Nazar meminta izin agar bersaksi setelah minum obat. "Saya lagi kurang enak badan," ujar Nazar kembali tersenyum lebar.

Hakim Sudjadmiko lantas mempersilakan terpidana suap Wisma Atlet SEA Games, Palembang itu untuk minum obat. Tetapi, jaksa menyela dengan memerintahkan Nazar untuk segera bersaksi setelah minum obat. "Maaf sebelum minum obat, kan, makan dulu," ucap Nazar menahan tawa. Pernyataan Nazar dibalas pengunjung sidang dengan tawa.

Hakim Sudjatmiko pun mempersilahkan Nazar makan siang. Walhasil, saksi lainnya, Jeffrey Manuel Rawis, wartawan Antara, didahulukan untuk memberi keterangan. Nazar kemudian meninggalkan ruang sidang sambil menunduk dan tak henti tersenyum.

Angelina alias Angie didakwa menerima suap Rp 12,58 miliar dan US$ 2,35 juta terkait dengan penganggaran proyek Kementerian Pendidikan serta Kementerian Olahraga tahun anggaran 2010-2011. Duit itu diduga berasal dari Permai Grup, perusahaan milik M. Nazaruddin.

TRI SUHARMAN

Berita terkait

Nazaruddin Dijadwalkan Datang ke Sidang Angie

Sakit, Nazaruddin Absen Jadi Saksi di Sidang Angie

Kasus Korupsi Nazaruddin Dilimpahkan ke Kejari

Hari Ini, Sidang Angie Kembali Digelar

Yulianis Akui Aliran Duit ke Angie dan Koster

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.