Nazaruddin: Anas Tipu-tipu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Anas Urbaningrum diincar KPK dalam kasus dugaan pemberian suap mobil Toyota Harrier oleh Nazaruddin ketika masih menjabat sebagai anggota DPR RI. Anas pun membantah.

Ia mengaku membeli mobil tersebut melalui mencicil kepada Nazaruddin. Namun Nazaruddin yang dulunya dekat, malah menyebut Anas sebagai penipu.

"Mas Anas dengan pengacaranya membuat cerita Mahabarata, tipu-tipu. Kalau penipu itu kan cukup sekali, ini cerita tipu-tipu, dia buat cerita bahwa benar ternyata mobil Harrier itu ada, dia kasih katanya cicil ke saya, itu tipu semua," kata Nazaruddin usai diperiksa KPK, Jakarta, Kamis (21/2). .

Menurut Nazar, mobil Harrier itu bukanlah dicicil Anas, melainkan pemberian dari PT Adhi Karya, BUMN pemenang tender proyek Hambalang. Cara pembayarannya dilakukan dua kali. "Satu cash (tunai), satu pakai cek. Tidak ada yang lain dari Adhi Karya," lanjut Nazaruddin.

Sebelumnya Firman Widjaya, pengacara Anas mengatakan bahwa kliennya sekitar Agustus 2009 nengutarakan keinginannya kepada Nazaruddin untuk memiliki mobil Harier. Nazaruddin kemudian menawarkan diri untuk menalangi pembelian mobil yang saat itu dibandrol Rp 675 juta. Akhir 2009, Anas menyerahkan uang tunai Rp 200 juta kepada Nazaruddin sebagai uang muka.

Pada 12 September 2009 mobil itu kemudian diambil staf Anas bernama Nurahmad dari kantor Nazaruddin. Kemudian cicilan kedua Rp 75 juta dibayarkan tunai oleh Anas melalui stafnya di DPR, Muhamad Rahmad. Akhir Mei 2010, setelah kongres Partai Demokrat di Bandung, Anas mendengar kabar burung bahwa mobil tersebut adalah pemberian Nazaruddin. Lalu mobil itu dikembalikan ke Nazaruddin, tapi ia menolak minta uang mentah saja.

Anas pada Juli 2010 kemudian meminta Nurahmad untuk menjual mobil itu ke showroom di Kemayoran, dan mobil itu laku dengan harga Rp 500 juta. Uang penjualan mobil itu ditransfer langsung ke rekening Nurahmad. Anas kemudian meminta ia untuk menyerahkan uang itu langsung ke Nazaruddin.

"Setelah menghubungi Nazaruddin akhirnya disepakati untuk bertemu di Plaza Senayan pada 17 Juli 2010, Nurahmad pergi bersama Yadi dan Adromi sebagai saksi, tapi akhirnya Nazaruddin tidak datang, dia menyuruh ajudannya," terang Firman Widjaya.

Nazaruddin menyebut, bukti keterlibatan Anas yang ia serahkan ke KPK sudah cukup untuk menjeratnya sebagai tersangka. Nazaruddin menduga, penetapan Ketua Umum Demokrat tersebut sebagai tersangka terhalang sikap pimpinan KPK. "Sekarang Mas Anas mau jadi tersangka. Tapi lucunya, ada beberapa pimpinan KPK yang galau," sambung Nazaruddin.

Terpisah, KPK kemarn memeriksa orang dekat Anas yakni Machfud Suroso yang juga Dirut PT PT Duta Sari Citralaras , subkontraktor proyek Hambalang. Machfud mengaku tidak tahu dengan pemberian Harrier oleh Nazaruddin kepada Anas.

"Saya soal mobil Harrier tidak paham, kalau kalian tanya pekerjaan saya di proyek, prosesnya secara teknis dan prosedur pelaksaanaannya, itu yang saya paham. Karena memang saya betul-betul profesional di pekerjaan mechanical dan electrical," kata Machfud.

Sementara itu, KPK telah merampungkan investigasi bocornya draft Sprindik yang menyebut Anas sebagai tersangka terkait kasus suap pada proyek Hambalang. Hasil investigasi menyebutkan bahwa copy dokumen tersebut benar berasal dari KPK.

"Dugaan bahwa copy dokumen yang beredar itu adalah dokumen milik KPK," jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi.

Atas dasar itu, tim investigasi mengusulkan kepada pimpinan KPK segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut, dengan membentuk Komite Etik."Tetapi, pembentukan komite etik bukan berarti sudah ada kesimpulan bahwa ada pembocor dari KPK," kata Johan.

Komite etik juga dibuat lanjut Johan bukan karena diduga ada kesalahan ada pada level pimpinan. Melainkan karena besarnya ruang lingkup dugaan kesalahan bocornya dokumen tersebut. "Jadi nanti penelusuran akan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya unsur pegawai, tapi juga pimpinan KPK," imbuh Johan. (tribunnews/win/yog)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.