NBA 2019-2020 Dilanjutkan dan Dipusatkan di Kota Judi?

Liputan6.com, Las Vegas- Kelanjutan NBA musim 2019-2020 masih belum jelas. Pandemi virus corona Covid-19 yang semakin parah membuat NBA harus menghentikan kompetisi sejak 11 Maret lalu.

Sudah hampir dua bulan sejak NBA menghentikan musim setelah Rudy Gobert positif terjangkit virus corona Covid-19. Hingga kini NBA belum juga memutuskan kapan musim 2019-2020 akan dilanjutkan atau dibatalkan sama sekali.

Pandemi virus corona Covid-19 di Amerika Serikat sendiri masih sangat parah. Hingga awal Mei ini, Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara dengan jumlah kasus positif dan meninggal dunia terbanyak di dunia.

Beragam spekulasi mengenai nasib NBA 2019-2020 terus berhembus. Ada isu NBA akan memulai lagi kompetisi pada Juli. Kabarnya NBA akan langsung memainkan play-off berdasarkan peringkat terakhir tim sebelum dihentikan 11 Maret lalu.

Kini ada gagasan baru. Yakni menggelar laga sisa NBA di satu tempat saja yakni di kota judi Las Vegas. Nantinya seluruh pemain, pelatih, perangkat pertandingan hingga kru televisi yang akan menyiarkan pertandingan akan ditempatkan di satu tempat guna mencegah penularan virus corona Covid-19 yang belum juga ada vaksinnya.

 

 

 

 

MGM

Gagasan ini dilempar oleh MGM, perusahaan ternama yang mengoperasikan resort mewah di seantero Amerika Serikat. New York Times melaporkan MGM telah mengatakan kepada NBA rencana besar mereka untuk menyelesaikan musim 2019-2020 di Las Vegas.

MGM mengusulkan bila mereka bisa menjadi tuan rumah NBA di kompleks resort miliknya sambil menjaga pemain, keluarga dan staf mereka jauh dari masyarakat umum.

Jika disetujui, MGM menawarkan satu kawasan Las Vegas Strip menjadi layaknya kampus yang dikarantina sepenuhnya. Disana para pemain akan tinggal dan memainkan pertandingan sesuai keinginan NBA. Para pemain juga bisa didampingi keluarga mereka.

Karantina

Lokasi karantina ini juga akan ditempati oleh jurnalis serta staf yang dibutuhkan untuk membantu menyukseskan jalannya pertandingan. Mereka akan mendapat akses ke lounge, spa, restoran dan semua fasilitas milik MGM.

MGM berani menawarkan gagasan ini karena percaya diri dapat membangun 24 lapangan di convention center untuk digunakan sebagai tempat latihan dan bertanding. Lima lapangan diantaranya bisa dilengkapi dengan kamera televisi sehingga game bisa disiarkan televisi. Mandalay Bay bakal menjadi pusatnya karena miliki 5.000 kamar dan terkoneksi dengan bangunan lain.

Jika disetujui, MGM jelas akan memperoleh keuntungan besar. Bisnis hiburan dan hotel tengah anjlok parah sejak pandemi virus corona Covid-19.