NBA All-Star tahun ini di Chicago, Kobe kembali mendominasi

Oleh Brendan O 'Brien

CHICAGO (Reuters) - Beberapa blok dari United Center di Chicago, sebuah mural besar yang menggambarkan almarhum Kobe Bryant menjulang di atas jalan kota yang tidak mencolok, tapi nuansa warna ungu dan emas klub Laker, cukup menarik perhatian pengendara yang lewat.

Potret itu, yang muncul setelah mantan bintang Los Angeles Lakers dan putrinya yang berusia 13 tahun tewas dalam kecelakaan helikopter, adalah monumen yang membayangi kematiannya pada event All-Star NBA 2020 yang berlangsung pekan ini.

Kegiatan yang diselenggarakan tahun ini di Chicago, biasanya merupakan acara yang meriah bagi para pemain dan penggemar yang menyukai permainan ini.

Tetapi pada penyelenggaraan tahunan ke-69 ini, yang akan mencapai puncak pada Minggu dengan permainan eksibisi yang menampilkan para pemain terbaik NBA, kemungkinan akan berlangsung khidmat karena pihak NBA akan memberikan acara penghormatan kepada Bryant.

"Ini masih segar bagi semua orang," kata Jesse Sims, seorang pengemudi truk berusia 33 tahun yang mengenakan jersey Bryant saat ia mengantre menunggu untuk masuk ke acara pra-pertandingan NBA. "Itu akan menghangatkan hati dan juga memilukan pada saat yang sama."

Penghormatan untuk Bryant, baik yang direncanakan maupun yang spontan, diharapkan menjadi sorotan akhir pekan yang sarat dengan acara yang dirancang untuk menunjukkan keterampilan para pemain bintang yang telah menjadikan NBA basket sebagai salah satu kompetisi paling populer di dunia.

Event pada akhir ini akan resmi berakhir di Chicago, yang terakhir menjadi tuan rumah pertandingan NBA All-Star pada tahun 1988, dan Jumat malam menampilkan pertandingan NBA Rising Stars, yaitu para pemain muda yang menjanjikan.

Acara kemudian berlanjut pada Sabtu malam dengan kontes Slam Dunk dan lemparan tiga angka. Ada juga uji ketangkasan dan keterampilan mengolah bola, passing dan melempar.

"Masih banyak orang yang bersedih dan berduka. Ini adalah saat yang pahit," kata seorang wanita berusia 26 tahun bernama J Monet. Dia mengenakan topi Lakers dan lipstik kuning cerah saat dia berbelanja di sepanjang Magnificent Mile, Michigan Avenue.

Para pemain dalam pertandingan All-Star hari Minggu akan mengenakan kaus No. 2 untuk menghormati Gianna Bryant, yang mengenakan nomor itu ketika dia bermain basket di Akademi Olahraga Mamba milik ayahnya. Nama panggilan Bryant adalah "Black Mamba."

"Kobe sepanjang hidup! Mamba selamanya! " Dua penggemar pria muda berteriak saat mereka berjalan melewati United Center pada Kamis sore.

Para pemain All-Stars juga akan memakai No. 24, nomor punggung yang dikenakan oleh Bryant selama bagian dari 20 tahun karirnya di mana ia malang melintang di NBA, memenangi lima tropi juara dan pensiun dengan rekor perolehan angka ketiga terbanyak dalam sejarah liga.

Sebelum pertandingan, penyanyi dan aktor Jennifer Hudson, yang merupakan warga asli Chicago, akan melakukan penghormatan kepada Bryant, putrinya dan tujuh korban lainnya yang tewas dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California pada 26 Januari lalu.

Bagi, Nelson Serrato, seorang akuntan warga Chicago berusia 25 tahun, akhir pekan ini adalah waktu untuk menghormati Bryant bersama dengan mantan Komisaris NBA David Stern, yang juga meninggal pada Januari.

"Ini semua tentang apa yang Kobe ingin rasakan dari kita ... nikmati basket, nikmati saat ini," kata Serrato di pusat kota Chicago. "Meskipun mereka tidak di sini, mereka ingin kita merayakannya."

(Laporan oleh Brendan O \ 'Brien di Chicago; Editing oleh Frank McGurty dan Matthew Lewis)