NBC obati 'pening hebat' akibat penundaan Olimpiade

Los Angeles (AFP) - Penundaan Olimpiade 2020 memberikan pukulan jangka pendek kepada jaringan televisi raksasa asal Amerika Serikat, NBC, tetapi jaringan itu mungkin tidak menderita kerugian terus menerus akibat keputusan yang sangat mengejutkan itu, kata para analis.

Pandemi virus corona global memaksa Komite Olimpiade Internasional dan pemerintah Jepang pada Selasa membatalkan Olimpiade yang sedianya digelar dari 24 Juli sampai 9 Agustus, yang merupakan langkah yang baru kali ini terjadi dalam sejarah 124 tahun Olimpiade.

Selain keputusan itu disambut oleh para atlet yang semakin cemas dan federasi olahraga yang melobi penundaan, keputusan itu membuat pening mitra siar jangka panjang IOC, yakni NBC.

NBC, yang telah mengudarakan Olimpiade sejak 1988, sudah membayar IOC sebesar 7,75 miliar dolar AS untuk hak siar ke Olimpiade pada 2014, sebuah kesepakatan yang berakhir pada Olimpiade Musim Panas 2032.

Liputan Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin adalah landasan dari strategi konten olahraga NBC, dengan menyiarkan event blockbuster menghasilkan uang besar bagi jaringan itu setiap dua tahun.

Patrick Crakes, seorang konsultan media dan mantan eksekutif Fox Sports, mengatakan mempersiapkan kembali peliputan Olimpiade Tokyo dalam waktu setahun adalah sulit namun bukannya tak bisa diatasi.

"Saya tak bisa membayangkan terjadi kekacauan pengorganisasian yang lebih besar," kata Crakes kepada AFP. "Tetapi pada sisi baiknya saya kita mereka sudah mengetahuinya.

"Ini adalah tugas yang besar sekali. Olimpiade adalah investasi strategis untuk Comcast/NBC Universal. Seluruh organisasi ini setiap dua tahun berorientasi memproduksi, mempromosikan dan melaksanakan siaran audiovisual untuk Olimpiade. Sekarang Anda harus mengulang semuanya."

"Semua infrastruktur itu - dukungan, awak, tim baik di lapangan maupun di Amerika Serikat - Anda harus mengulang semua itu. Biasanya Anda punya waktu beberapa tahun untuk melakukan semua itu. Sekarang Anda punya waktu untuk mengulangnya dalam 12 bulan."

"Jadi mereka akan mengeluarkan biaya untuk itu. Tidak semuanya akan ada seperti itu, bakal ada semacam masalah baru, jadi mereka harus menyulap berbagai hal."

Brian Roberts, ketua dan kepala eksekutif perusahaan induk NBC Universal, Comcast, mengatakan sebelum penundaan itu bahwa perusahaan akan bisa mengatasinya jika Olimpiade urung diadakan pada 2020.

"Seharusnya tak ada kerugian jika tak ada Olimpiade. Cuma tidak akan menguntungkan tahun ini," kata Roberts dalam sebuah konferensi di San Francisco pada 3 Maret.

NBC Universal menerima keuntungan 250 juta dolar AS dari liputan Olimpiade Rio setelah menghasilkan 1,2 miliar dolar AS dalam penjualan iklan. Perusahaan ini sudah menjual iklan senilai 1,25 miliar dolar AS untuk Olimpiade 2020.

Perusahaan ini juga mengandalkan Olimpiade guna mendorong antusiasme terhadap layanan streaming barunya, Peacock, yang akan diluncurkan di Amerika Serikat pada 15 Juli.

"NBC kehilangan jendela promosi untuk Peacock dan juga untuk program musim gugur barunya," kata Jon Swallen, kepala peneliti Kantar Media, kepada Los Angeles Times. "Ini adalah pukulan jangka pendek karena periode Juli-Agustus-biasanya lunak untuk iklan. Setiap empat tahun ketika Olimpiade Musim Panas datang, itu rejeki nomplok bagi NBCU."

Namun demikian Crakes meyakini setiap kerugian akan terutup dalam jangka panjang.

"Para distributor, NBC, Olimpiade - mereka semua menikah bersama dalam rantai nilai tiga arah yang bersifat jangka panjang," kata dia.

"Ketika semua orang saling mengamati, mereka memiliki insentif yang sungguh nyata untuk bekerja sama dan mencoba serta mencari tahu bagaimana menyajikan yang terbaik dan membuat semua orang utuh dalam jangka pendek."

"Karena mereka akan memutar lagi Olimpiade tahun depan. Mereka masih akan berada di sana ... jadi mereka akan dirugikan oleh hal ini, tapi saya pikir mereka akan menemukan cara guna meraup banyak lagi, entah bagaimana. Tidak semuanya. Tetapi mereka akan mendapatkannya kembali."

Satu potensi hikmah di balik penundaan itu bisa menjadi antisipasi rasa yang lebih besar lagi di seputar Olimpiade saat dunia bangkit dari guncangan gempa pandemi virus corona.

"Olimpiade tahun depan bisa menjadi perayaan dunia dalam mengalahkan musuh tertuanya - mikroorganisma," kata Crakes kepada AFP.

"Ketika olahraga bangkit kembali dan berlari, akan ada banyak orang yang sangat senang karenanya. Karena hal itu menandakan kembalinya kenormalan.

"Dan televisi olahraga mungkin adalah yang paling manusiawi dari semua bentuk seni, karena saat ini manusia sedang berjuang. Olimpiade adalah perayaan olahraga yang utama."

Jay Rosenstein, mantan wakil presiden pemrograman CBS Sports, sepakat.

"Saya tidak punya bola kristal, tetapi setelah semua penonton ini mungkin menantikan dunia yang bersatu tahun depan," kata Rosenstein kepada CNN.

rcw/bb