Negara ASEAN BakaStanl Bentuk dar Protokol Kesehatan Bersama

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan negara anggota ASEAN akan mengeluarkan joint statement mengenai standar protokol kesehatan. Protokol kesehatan menjadi atensi setelah pandemi Covid-19 melanda dunia.

"Ini sama dengan yang akan kita capai di G20 supaya nanti aplikasi PeduliLindungi atau di TraceTogether dari Singapura bisa interkoneksi satu sama lain," kata Budi usai pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN (15th AHMM) di Hotel Conrad, Bali, Sabtu (14/5).

Protokol kesehatan nantinya bisa digunakan di negara anggota ASEAN. Budi menganalogikan protokol kesehatan sebagai paspor. Bila seseorang ke luar negeri secara legal, maka butuh paspor yang bisa dikenali di negara yang tujuan.

"Nanti ke depannya kita ingin hal yang sama terjadi juga untuk sektor kesehatan," ucap.

Budi menyebut, standar protokol kesehatan akan dibuat berbasis teknologi, di antaranya menggunakan kode QR sesuai standar WHO. Penggunaannya bisa manual maupun aplikasi di ponsel pintar.

"Nanti rencana kita akan bekerja sama dengan negara-negara G20. Mudah-mudahan inisiatif dari ASEAN ini bisa mengonvergensi teknologi digital," tutur Budi. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel