Negara Dunia Banyak Krisis, Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia?

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, kondisi ketahanan fundamental ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain. Hal itu terlihat dari tingkat inflasi di mana negara lain sangat tinggi.

"Kita lihat di Amerika Serikat pertumbuhan ekonomi sudah sempat negatif yang Q2 nya bahkan 2 kuarter berturut-turut mengalami penurunan dan yang terakhir itu di bawah nol. Tiongkok kalau dilihat di Q2 ini 0,4 persen. Tiongkok yang kita tahu Biasanya pertumbuhan yaitu ada di level atas sekarang tumbuhnya tipis sekali," kata Suahasil dalam Mid Year Economic Outlook 2022, Selasa (2/8).

Begitupun dilihat dari sisi consumer confidence index di Amerika Serikat menunjukkan tren yang menurun. Menurutnya, hal itu harus disikapi dengan sangat hati-hati dan Indonesia harus selalu memantau posisi ekonomi negara-negara lain untuk memperkuat ketahanan dan melakukan pengaturan terhadap kebijakan-kebijakan dalam negeri.

Wamenkeu pun membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain dalam konteks PDB. Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia pada 2021 sudah berada di level sebelum terjadi pandemi Covid-19.

"Kita termasuk yang sudah artinya sudah melewati kondisi 2019, kalau kita lihat level PDB riil Q1 2022 terhadap rata-rata 2019 kita juga sudah di zona yang positif. Lihat bahwa banyak negara peer grup kita yang masih di bawah belum kembali ke level 2019 kita termasuk negara yang sudah kembali," katanya.

Tingkat Inflasi dan Utang

dan utang
dan utang.jpg

Dari sisi inflasi, Indonesia inflasinya masih rendah dibandingkan negara lain, yakni Australia di angka 5,1 persen, kemudian negara Argentina dan Turki inflasinya di atas 76 persen. Artinya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

"Inflasi ini akan meningkat angka Indonesia ada di 4,44 persen bulan Juni dan kemarin Badan Pusat Statistik baru mengeluarkan angka 4,9 persen. Jadi, posisi kita belum terlalu berubah karena Australia yang lebih sedikit lebih tinggi dari kita ada di 5,1 persen. Negara-negara lain banyak sekali yang menghadapi inflasi yang lebih tinggi jauh lebih tinggi dari Indonesia," ungkapnya.

Suahasil mengatakan, stabilitas ekternal Indonesia yakni current account defisit sebagai persentase terhadap PDB Indonesia masih positif. "Jadi, kita current account surplus 0,3 persen dari PDB. Kalau kita lihat budget defisit budget defisit kita di sekitar 4,6 persen dan bisa dilihat negara-negara yang budget defisit yaitu pembiayaannya itu bahkan bisa ke arah double digit dari PDB nya," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia termasuk yang sangat moderat. Fundamental ekonominya masih terjaga meskipun defisit di atas 3 persen, tapi Pemerintah terus berusaha menjaga posisi tersebut.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel