Negara Kaya Minyak Mulai Lirik Mobil Listrik

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak negara yang saat ini memberi insentif untuk kendaraan berenergi listrik. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak, sehingga devisa bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

Namun ternyata, hal itu juga dilakukan oleh negara yang menjadi salah satu sumber minyak bumi, yakni Brunei Darussalam.

Dikutip VIVA Otomotif dari laman Paultan, Jumat 26 Maret 2021, pemerintah negara tersebut baru saja meluncurkan proyek mobil listrik, dan diharapkan bisa terwujud dua tahun lagi.

Saat ini mereka sedang menggelar studi dan kelayakan, termasuk menyusun survei untuk meminta masukan dari rakyatnya.

Persiapan yang dilakukan Brunei berbeda dengan negara lain, karena negeri yang dipimpin oleh seorang sultan itu tidak memiliki industri otomotif. Semua kendaraan yang saat ini ada, didatangkan dari negara lain, termasuk Indonesia.

Riset yang dilakukan tidak hanya terkait seberapa besar minat warga untuk menggunakan mobil bebas polusi tersebut, namun juga mencari solusi untuk penyediaan fasilitas pengisian ulang baterai serta pengolahan limbahnya.

Brunei memiliki target, 60 persen kendaraan yang ada di negara tersebut pada 2035 sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Tujuan utama dari penerapan kendaraan listrik di negara tetangga Indonesia itu, yakni untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Mengganti lebih dari setengah kendaraan dengan mobil listrik, disebutkan bisa mengurangi polusi karbon dioksida hingga 0,3 juta ton yang setara menanam 4,6 juta pohon.

Sebagai informasi, Sultan Hassanal Bolkiah sebagai pemimpin negara dikenal sebagai tokoh yang sangat menggemari dunia otomotif.

Ia diketahui memiliki ribuan mobil eksotik dan berharga sangat mahal, mulai dari puluhan unit Ferrari hingga Rolls-Royce.