Negara Miskin Ini Ngebet Sama Bitcoin

·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden El Salvador Nayib Bukele ingin menjadikan mata uang kripto Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Ia mengumumkan kemitraan strategis dengan perusahaan keuangan digital Strike untuk menetapkan logistik keputusan tersebut.

"Minggu depan, saya akan mengirimkan ke kongres RUU yang akan membuat Bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah," kata dia, seperti dikutip dari Mashable, Rabu, 9 Juni 2021.

Negara miskin di Amerika Tengah yang berbatasan dengan Honduras dan Guatemala itu saat ini masih menggunakan dolar AS sebagai mata uang resminya untuk seluruh transaksi di wilayahnya.

Kepala Eksekutif Strike, Jack Mallers, mengaku lebih dari 70 persen penduduk El Salvador tidak memiliki rekening bank, sehingga tidak ada dalam sistem keuangan.

Dengan kerja sama ini, maka ia akan membantu membangun infrastruktur keuangan modern negara menggunakan teknologi uang digital tersebut.

"Karenanya, mereka meminta saya untuk membantu menulis rencana dan mereka memandang Bitcoin sebagai mata uang dunia," tuturnya.

Seperti diketahui, mata uang kripto tidak memerlukan rekening bank. Sebaliknya, uang kripto bisa disimpan di dompet digital.

Hal ini dianggap bisa menjadi solusi bagi penduduk El Salvador dan orang-orang miskin di sana untuk mendapatkan akses keuangan.

Oleh karena itu, langkah untuk mengkodifikasi Bitcoin sebagai dasar sistem keuangan salah satu negara miskin di Amerika Tengah itu pada akhirnya menjadi sangat masuk akal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel