Negara-negara Timur Tengah Jadi 'Lahan Basah' Produk UMKM Jabar

Raden Jihad Akbar, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Jawa Barat mulai menunjukkan taring di pasar Internasional. Negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Turki disebut menjadi lahan basah penjualan UMKM Jawa Barat dengan untung besar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (KUMKM) Jawa Barat, Kusmana Hartadji menuturkan, salah satu UMKM asal Jawa Barat yang diterima negara-negara tersebut yaitu produk kopi arabika asal Kabupaten Kuningan berlabel Hofland Coffee.

"Nilai transaksinya Rp50 miliar," ungkap Kusmana Hartadji, Senin 5 April 2021.

Bahkan, menurutnya, saat diikutkan dalam pameran Gulfood 2021 di Dubai Uni Emirat Arab, orderan kopi tersebut terus meningkat.

Baca juga: Update Insiden Kilang Balongan: 365 Rumah dan 53 Fasilitas Umum Rusak

"Setelah ikut pameran, Alhamdulillah dapat pesanan dari tiga negara masing-masing 120 ton, kalau dirupiahkan Rp3 miliar," katanya.

Hartadji menerangkan, dari 4,3 juta pelaku UMKM di Jawa Barat, saat ini baru terdapat 24 persen yang sudah digitalisasi. Lanjut Hartadji, promosi secara offline para pelaku UMKM ini difasilitasi pemerintah dengan memanfaatkan event-event pemerintah.

Pihaknya terus menekankan untuk masif mengubah pola penjualan dari skema konvensional menjadi digital baik dalam promosi maupun cara penjualan. Selain kopi, lanjut Hartadji, pihaknya tengah memperkuat kualitas komoditas jahe merah untuk laris di pasar ekspor.

"Jadi yang diekspor ini dikurasinya di UMKM Juara. Kita juga bekerjasama dengan e-commerce. Di platform itu ada pasar khusus produk UMKM asal Jawa Barat. Semua platform kita masuki agar pasarnya lebih luas," katanya.