Negatifnya Pasar Uang Global Penyebab Melemahnya Rupiah

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Jakarta (ANTARA) - Kurs rupiah terhadap dolar AS yang akhir-akhir ini merosot hingga menembus level Rp9.000 per dolar AS disebabkan sentimen negatif pasar keuangan global, meski fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat.

Ekonomi Indonesia pada 2012 diperkirakan makin kuat, karena krisis utang di Eropa yang terus mendalam akan memicu pelaku asing lebih suka bermain di pasar Asia khususnya Indonesia.

Selain itu, turunnya suku bunga acuan (BI-rate) Bank Indonesia (BI) juga memberikan dampak negatif terhadap pelaku pasar uang.

Pelaku pasar lebih suka memegang dolar ketimbang rupiah, karena mata uang asing itu di pasar global mengalami kenaikan akibat merosotnya euro tertekan oleh krisis utang di Eropa yang sampai saat ini masih belum mereda.

Rupiah sebelumnya masih berkutat pada kisaran antara Rp8.800 sampai Rp9.000 per dolar AS, namun makin kuatnya tekanan negatif memicu rupiah terus terpuruk hingga di atas Rp9.000 per dolar.

Mata uang lokal itu sebelumnya sempat menguat mendekati Rp8.425 per dolar, namun sejak itu posisinya terus melemah, karena gejolak pasar uang di Eropa.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS bukan karena kebijakan BI yang memutuskan penurunan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi enam persen, namun lebih karena sentimen negatif pasar keuangan dunia.

"Pelemahan terjadi pada semua negara `emerging market`, kita selalu mengukur bahwa pelemahan rupiah kita tidak berada di posisi yang terburuk di antara negara-negara itu," kata Darmin.

Ia menjelaskan bahwa, penurunan BI rate yang cukup besar memang akan memicu reaksi pasar seperti dengan memperlemah nilai tukar rupiah.


Sudah diperhitungkan


Namun, semua itu sudah diperhitungkan BI dan tidak akan mempengaruhi fundamental ekonomi Indonesia.

"Bahwa akan ada reaksi pasar itu kita tahu tetapi kita liat akan terukur, sebab fundamental kita ukurannya masih teratas dibanding negara-negara `emerging market`. Memang akan ada yang menekan atau mengkorner, itu normal dan biasa itu di pasar," katanya.

Tekanan di pasar uang itu, lanjut Darmin , juga terlihat dari komentar beberapa analis yang berpendapat negatif atas kebijakan penurunan BI rate ke level terendah selama ini.

"Tapi ini kan bank sentral yang juga harus memikirkan sektor riil dan ekonomi negara ini. Kepentingan mana yang lebih besar," tanya Darmin.

Dikatakannya, penurunan BI rate yang mengejutkan itu didasarkan atas hitungan rasio tingkat keuntungan dan tingkat risiko yang masih lebih tinggi di antara negara `emerging market`, sehingga dengan perkiraan inflasi yang rendah pada tahun ini dan tahun depan maka BI rate diturunkan 50 basis poin.

Selain itu, penurunan BI rate juga diharapkan bisa mengatasi dampak pelambatan ekonomi dunia dunia, karena dengan BI rate yang rendah maka bunga pinjaman juga diharapkan turun sehingga dapat menggerakkan sektor riil.

Nilai tukar rupiah sejak Kamis(17/11) kembali melemah ke posisi Rp8.950 per dolar AS setelah pekan sebelumnya sempat menguat ke posisi Rp8.670 per dolar AS.


Impor


Sementara itu, analis PT First Asia Capital Ifan Kurniawan memperkirakan, permintaan valas untuk memenuhi pembayaran impor yang meningkat, juga turut menekan nilai tukar rupiah.

Namun, Bank Indonesia (BI) yang memiliki cadangan devisa cukup besar mampu mengatasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, ucapnya.

Meski demikian BI optimistis posisi nilai tukar rupiah masih dalam kondisi aman karena secara fundamental Indonesia memiliki ekonomi yang kuat dan kondusif.

Ifan Kurniawan yang juga analis PT First Asia Capital, mengatakan, krisis tersebut mendorong para pelaku asing membeli dolar AS sehingga mata uang asing naik tajam.

Aksi beli pelaku asing itu juga didukung oleh upaya Jepang yang melakukan intervensi pasar untuk menekan yen agar melemah setelah beberapa hari lalu menguat tajam, ucapnya.

Krisis utang Eropa itu, lanjut dia semula mendapat kesepakatan Uni Eropa yang siap menambah dana talangan dari 440 miliar euro menjadi 1 triliun euro.

Namun krisis utang tersebut memerlukan proses yang cukup lama, ucapnya.

Selain itu, lanjut dia ,melambatnya pertumbuhan ekonomi negara tirai bambu juga memberikan dampak negatif terhadap pergerakan rupiah.

Indeks manufaktur China dilaporkan turun pada Oktober 2011 menjadi 50,4 dari bulan sebelumnya (September) 51,2, katanya.

Faktor-faktor tersebut, lanjut dia mendorong pelaku asing makin memburu dolar, sehingga rupiah dalam dua hari berturut-turut terus melemah.

Apabila kondisi pasar seperti itu berlanjut maka rupiah akan makin terpuruk hingga menembus level Rp9.000 per dolar, ucapnya.

Menurut Ifan Kurniawan, Bank Indonesia (BI) akan turun ke pasar melakukan intervensi agar penurunan rupiah tidak terlalu cepat, akibat menguatnya dolar AS.

Sementara itu, Directory of Economic Research and Monetary Policy BI, Darsono, mengatakan,penurunan nilai tukar rupiah dibandingkan terhadap dolar AS merupakan dinamika jangka pendek.

"Ini dinamika jangka pendek, karena secara fundamental rupiah kita masih kuat. Untuk fiskal, defisitnya saja masih kecil jadi tidak ada alasan rupiah tertekan," tegasnya.

Ke depan, lanjut Darsono, pihaknya optimistis dapat terus menjaga nilai tukar rupiah di level aman.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...