Negosiasi putaran ke-11 Indonesia-Uni Eropa CEPA digelar November

·Bacaan 2 menit

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini menyampaikan bahwa negosiasi putaran ke-11 perundingan Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) akan digelar pada November 2021 setelah mengalami pengunduran waktu beberapa kali akibat pandemi COVID-19.

"Kita sudah melewati putaran ke-10 dan akan masuk ke-11 pada November, minggu pertama November 2021. Semoga IEU-CEPA ini akan ada progres," kata Made saat menghadiri seminar web bertajuk "People's Agenda in the IEU CEPA Negotiations", Rabu.

Made menyampaikan, negosiasi IEU-CEPA merupakan kerja sama ekonomi komprehensif yang paling lengkap pembahasannya, tidak hanya soal perdagangan, kerja sama tersebut juga membahas investasi, peningkatan kapasitas, BUMN, hingga hak kekayaan intelektual.

Untuk itu, Made meyakini bahwa IEU-CEPA sangat potensial untuk ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Namun demikian, Made menyampaikan bahwa dukungan dari pemangku kepentingan terkait sangat dibutuhkan.

"Jika ada berbagai masukan dari pemangku kepentingan terkait maka kami akan menjadikannya masukan untuk dipertimbangkan dalam negosiasi oleh tim juga Pemerintah Indonesia," tukas Made.

Diketahui, Perundingan IEU-CEPA merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk diselesaikan. Perundingan diluncurkan pada 18 Juli 2016 dan dilakukan berdasarkan panduan perundingan (Scoping Paper) yang telah didukung Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada April 2016.

Indonesia mengharapkan IEU CEPA dan implementasi UU Cipta Kerja akan meningkatkan investasi di Indonesia serta menjadikan ekonomi Indonesia yang berdaya saing menuju negara yang lebih maju.

Dalam bidang perdagangan, pada 2020, nilai total perdagangan Indonesia-EU mencapai 25,5 miliar dolar AS dengan nilai ekspor dan impor Indonesia ke EU masing-masing sebesar 14,4 miliar dolar AS dan 11,1 miliar dolar AS. EU adalah tujuan ekspor dan asal impor nonmigas terbesar ke-3 bagi Indonesia.

Baca juga: Kadin Eropa apresiasi pemerintah Indonesia
Baca juga: Indonesia perkuat interaksi bisnis dengan Eropa Tengah, Eropa Timur
Baca juga: Bahlil undang Eropa ikut bangun industri baterai kendaraan listrik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel