Negosiasi Telkomsel dan Gojek Berjalan Alot

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Operator telekomunikasi pelat merah, Telkomsel, sedang menjajaki kepemilikan saham Gojek melalui penjualan obligasi konversi senilai US$150 juta atau mencapai Rp2,16 triliun. Sumber yang dekat dengan kedua perusahaan ini mengaku jika pembahasan masih berlangsung dan belum menemui kata sepakat.

Obligasi konversi sederhananya adalah surat utang yang dapat dikonversikan menjadi saham dari suatu perusahaan penerbit obligasi. Laporan tersebut menambahkan jika Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengutip argumen non-disclosure ketika ditanya tentang masalah ini.

Baca: gojek-begini-jawaban-telkom" target="_blank">Dikaitkan Sama Gojek, Begini Jawaban Telkom

Ia mengaku terus mencari peluang untuk memperluas layanannya dengan membangun sumber daya yang ada, meminjam melalui kemitraan, dan membeli sumber daya eksternal termasuk startup. Meski begitu, tidak ada pernyataan resmi yang keluar dari kedua perusahaan saat KrAsia meminta jawaban, seperti dikutip VIVA Tekno, Minggu, 1 November 2020.

Perusahaan induk Telkomsel, Telkom Indonesia, telah mengincar investasi di Gojek sejak 2018 sebagai bagian dari rencana ekspansi bisnis digitalnya. Investasi yang diusulkan saat ini jauh lebih kecil dari rumor penawaran pertama Telkom yang mencapai US$400 juta atau Rp5,77 triliun.

Telkom kemudian melimpahkan salah satu unit bisnisnya, Telkomsel, untuk melaksanakan rencana investasi tersebut. Sejauh ini, Telkom telah mempertahankan rekam jejak yang baik dalam investasinya, baik secara langsung maupun melalui lengan MDI Ventures.

Mereka berencana untuk aktif berinvestasi di startup sebagai bagian dari ekspansi bisnis digitalnya dan mempercepat transformasi digital BUMN Indonesia. Pada Juni 2020, Telkom juga menunjuk Fajrin Rasyid, salah satu pendiri dan mantan direktur utama Bukalapak, sebagai direktur digital.

Telkomsel memiliki 171 juta pelanggan pada 2019. Mengutip laman Nikkei Asian Review, jumlah angka kesepakatan investasi Telkomsel ke Gojek tak akan jauh dari yang diberikan induk usahanya.

Jika benar demikian, maka Gojek akan menambah satu lagi nama besar ke dalam daftar investor mereka. Facebook sebelumnya juga mengumumkan ikut berinvestasi di pesaing Grab tersebut bersama Google dan Tencent.

Investasi tersebut nampaknya untuk memperkuat dalam ekosistem pembayaran digital. Apalagi saat itu WhatsApp Pay sedang dalam rencana untuk diluncurkan ke publik.