Nekat Rayakan Tahun Baru di Depok, Siap-siap Disemprot Disinfektan

Bayu Nugraha, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Depok telah menyiagakan ratusan aparat gabungan untuk mencegah terjadinya kerumunan saat malam pergantian tahun. Tak hanya itu saja, petugas juga telah menyiapkan truk cairan disinfektan untuk menyemprot warga yang bandel.

Langkah tegas ini dilakukan karena kasus COVID-19 di kota tersebut masih terus meningkat. Bahkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di kota tersebut saat ini sudah terisi di atas 80 persen.

“Jadi sudah di atas standar WHO. Ada langkah-langkah yang sudah diarahkan oleh Pak Wali untuk menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit. Tadi sudah koordinasi dengan Dinkes Provinsi dan juga dengan RSUI, insya Allah akan sedang dibahas untuk penambahan kapasitas,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Kamis, 31 Desember 2020.

Ia menjelaskan, kasus positif COVID-19 rata-rata naik di angka 30 persen. “Jadi hari ini dan kemarin saja di atas 200 kasus rata-rata. Itu karena memang banyak dari klaster keluarga, perkantoran dan juga komunitas,” katanya.

Dadang mengatakan, penyebabnya adalah pergerakan orang yang cukup tinggi. Perilaku warga seperti sudah dalam keadaan normal.

“Contoh iklan rokok, mereka tahu bahwa dampak rokok itu berbahaya tapi tetap saja merokok. Nah, saat ini pun ada kecenderungan seperti itu. Iklan propaganda untuk protokol kesehatan demikian masif tetapi masih juga abai. Ini sesuatu yang memang harus kita juga terus itu,” katanya.

Atas dasar itulah, Dadang pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas berkerumun untuk melakukan perayaan pada malam pergantian tahun baru.

“Jika ada kerumunan keramaian di luar jam yang sudah ditentukan. Mohon maaf, jadi kami akan siapkan dua mobil disinfektan untuk membubarkan jika terjadinya kerumunan yang melanggar aturan,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan situs resmi Pemerintah Kota Depok, angka atau jumlah kasus terkonfirmasi positif sampai dengan saat ini mencapai 17.294 orang, pasien aktif 3.361 orang, sedangkan pasien sembuh 13.514 orang, dan meninggal dunia 419 orang. (ase)

Baca juga: Bandung Lockdown di Malam Pergantian Tahun