Nelayan di Banten Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi Enam Meter

·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengimbau nelayan agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia selatan Jawa berkisar antara empat sampai enam meter guna menghindari kecelakaan laut.

"Nelayan sebaiknya tidak melaut, karena kondisi cuaca tak bersahabat," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Provinsi Banten Sumardi di Lebak, Selasa, 22 Juni 2021.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tinggi gelombang di perairan Samudera Hindia selatan Jawa berkisar antara empat sampai enam meter.

Perairan Samudera Hindia bagian selatan Jawa berada di Kabupaten Lebak meliputi pesisir Pantai Binuangeun, Bagedur, Suka Hujan, Cihara, Panggarangan, Bayah, Pulomanuk, Sawarna dan Tanjung Panto.

Selama ini, kondisi perairan Samudera Hindia selatan Jawa dilanda cuaca buruk ditandai gelombang tinggi dan angin kencang.

Karena itu, BPBD Banten minta nelayan tradisional yang tersebar di pesisir pantai selatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam.

Selain itu, katanya, wisatawan juga diimbau untuk tidak berenang di kawasan pesisir pantai selatan, sebab empat hari lalu seorang santri terseret ombak di Pantai Karangseke Perairan Binuangeun.

Ia mengatakan BPBD Banten menyampaikan surat peringatan cuaca buruk pada Polsek, Kesyahbandaran, TPI, petugas pengamanan pantai, pemilik hotel, relawan pantai, dan nelayan.

Penyampaian peringatan dini itu guna menghindari korban jiwa. "Kami berharap nelayan dan wisatawan dapat mematuhi peringatan itu agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel