Nelayan Jepara Melawan Tambang Pasir

TEMPO.CO, Jepara - Warga Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelar tumpengan untuk memperingati setahun perlawanan terhadap penaambangan pasir besi di pantai desa itu, Rabu 1 Mei 2013. Sepanjang pantai tempat penambangan pasir besi dipenuhi sejumlah spanduk penolakan. Ratusan warga memenuhi tempat pelelangan ikan Bandungharjo. »Kami tetap tolak penambangan pasir besi agar lingkungan kami lestari,” ujar kata Sudarmi, istri nelayan Desa Bandungharjo.

Sudarmi bersama anaknya dan 13 warga desa lainnya divonis hukuman enam bulan masa percobaan karena terlibat aksi perusakan fasilitas CV Guci Mas, salah satu perusahaan penambangan pasir besi di wilayah itu. Aksi itu untuk menentang penambangan pasir besi.

Perlawanan penduduk dilakukan juga dengan menanam 1.500 pohon mangrove di sepanjang pantai itu. »Tujuannya untuk menekan abrasi dan simbol penolakan pasir besi,” kata Sugeng Haryanto, Sekretaris Kelompok Nelayan Sidodadi Bandungharjo. Penanaman mangrove itu akan dilakukan setiap tahun. »Kami bersama warga menjadwalkan piket untuk merawatnya,” Sugeng.

Sejak berlangsung penambangan pasir besi dua tahun lalu, bibir pantai di wilayah Kecamatan Donorojo, Kembang, Bangsri dan Mlonggo berkurang 100 meter. »Dalam setahun ini saja 30 meter bibir pantai hilang tergerus,” kata Nur Hadi, Ketua Forum Nelayan Jepara Utara. Penambangan pasir besi juga dikahatirkan akan merusak 117 hektar sawah di kawasan pantai itu, dan gumuk pasir penahan gelombang akan hilang.

Pasir besi di Jepara terdapat di sepanjang pesisir pantai antara Kecamatan Kembang,  Kecamatan  Keling dan Kecamatan Donorojo, Jepara, dengan potensi pasir besi seluas 678 hektare dengan kandungan pasir besinya 17 juta ton. Pemerintah Jepara memberi izin penambangan empat perusahaan, yakni PT Rantai Mas mendapatkan izin eksplorasi seluas 200 hektare, CV Guci Mas Nusantara 14 hektare dan PT Alam Mineral Lestari 200 hektare. Kehadiran penambang itu ditolak warga, selain merusak lingkungan, juga sebagian belum memiliki izin operasional.

BANDELAN AMARUDIN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.