Nelayan Kendal Mengeluh Solar Langka, Ganjar Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

Merdeka.com - Merdeka.com - Nelayan di Kampung Nelayan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal mengeluh tidak bisa melaut. Penyebabnya, keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke SPBN Pertamina.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengatakan pihaknya akan memperbaiki sistem pendataan surat rekomendasi nelayan. Hal ini agar data kebutuhan solar nelayan bisa terhitung dengan baik sehingga distribusinya lancar.

Dia menyebutkan akan melakukan komunikasi dengan Pertamina dan BPH Migas. Ganjar meminta tambahan alokasi solar ke Jawa Tengah untuk memastikan para nelayan tetap bisa melaut di tengah keterlambatan pengiriman solar.

"SPBN-nya ternyata jalan dan sampai hari ini dari kuota yang dibutuhkan, ternyata masih kurang secara keseluruhan 60 ribu kiloliter. Jadi kita akan bicara lagi dengan BPH Migas, Pertamina agar alokasinya bisa ditambah karena rakyat kecil hari ini memang butuh itu," kata Ganjar di Kampung Nelayan Bandengan, Jumat (16/9).

Selain berkomunikasi dengan pusat, Ganjar mendorong jajarannya untuk melakukan pendataan ulang terkait kebutuhan para nelayan, khususnya jumlah kebutuhan solar di setiap daerah.

Program Kartu Nelayan dan asuransi nelayan terus dioptimalkan agar para nelayan terdampak penyesuaian BBM bisa lebih terjamin kesejahteraannya.

"Mesti dibangun sistem yang lebih gampang sehingga rekomendasinya bisa secara elektronik, kartu nelayannya kalau bisa digunakan per individu, di sana ada kuotanya, otomatis kita tinggal ngatur saja," jelas Ganjar.

Seorang nelayan bernama Yanti menjelaskan, dia dan nelayan Kampung Bandengan lainnya selalu mengantre untuk mendapatkan solar. Dia mengharapkan pasokan solar lebih banyak lagi agar nelayan bisa melaut dengan lancar.

"Harapan kami moga-moga pasokannya semakin lancar biar nelayan tidak sulit mencari BBM. Kalo solar susah kami enggak melaut sampai libur. Kasihan karena di sini mayoritasnya kerjanya nelayan," ucap Yanti.

Pada kunjungannya ke desa nelayan itu, Ganjar juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk mengendalikan inflasi di Jawa Tengah. Bantuan yang diberikan senilai Rp4.743.750.000 untuk 14.375 nelayan se-Jawa Tengah.

Untuk Kabupaten Kendal, Ganjar memberikan Kartu Nelayan penerima BBM bersubsidi kepada 1.019 nelayan. Di Kampung Nelayan Bandengan, Ganjar memberi Kartu Nelayan sebanyak 413 nelayan.

Bantuan solar diberikan sebanyak 20 liter per nelayan yang diberikan selama 10 hari dengan total 200 liter. Adapun untuk bantuan asuransi nelayan, Ganjar menyerahkan bantuan kepada 500 nelayan yang masing-masing mendapatkan biaya Rp100.000.

Sumber: Liputan6.com [ray]