Nelayan Pengirim Manusia Perahu Dibayar Rp 10 juta

TEMPO.CO, Jakarta - Banjirnya ribuan manusia perahu dari Afganistan dan Iran yang datang ke Indonesia tak lepas dari peranan sindikat manusia perahu. Mereka punya kaki tangan lokal yang mengatur penginapan sampai mengantar mereka ke Pulau Christmas, Australia. Nelayan Rote dipilih karena mereka dikenal jago mengarungi laut  menuju Australia walau dengan peralatan pas-pasan..

Laporan utama Tempo edisi 11 Juni 2012 berjudul "Wajah Sindikat Manusia Perahu" mengungkap agen  para nelayan Rote, Nusa Tenggara Timur, yang biasa mengatur pengiriman manusia perahu  Agen lokal ini adalah seorang pria asal Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Ketika ditemui Tempo pada April lalu, dia minta namanya disamarkan. (Baca juga: Pedagang Karpet Penyelundup Manusia Perahu)

Hampir semua nelayan di Desa Papela ada di bawah kendali agen ini. Mereka bisa disewa sebagai anak buah kapal, mekanik, sampai nakhoda untuk kapal imigran ke Australia. Sekali berangkat, honornya minimal Rp 10 juta per orang.

Nelayan Rote dicari karena mereka memang biasa mencari ikan hiu sampai Pulau Christmas, Australia. "Tanpa kompas, tanpa GPS (Global Positioning System), mereka bisa menemukan jalurnya ke sana," kata si agen lokal. Setiap kapal yang diberangkatkan membutuhkan 3-4 nelayan Rote.

"Begitu ada jadwal pasti, kami dikirimi uang untuk membeli tiket ke titik pemberangkatan," kata lelaki berkulit legam ini. Di pelabuhan, kapal yang akan dipakai sudah tersedia. "Kami hanya mengantar," katanya lagi.

Meski bayarannya besar, risiko para nelayan ini tidak kecil. Tak sedikit yang tewas tenggelam. Kalaupun sukses sampai Australia, sebagian besar ditangkap. Sampai Mei lalu, ada 514 nelayan Indonesia yang ditahan Australia karena kasus penyelundupan manusia. Tak kurang dari 30 orang di antara mereka tergolong di bawah umur.

TIM TEMPO

Berita Terpopuler Lainnya:

Menelusuri Sindikat Manusia Perahu

Pedagang Karpet Penyelundup Manusia Perahu

Nelayan Pengirim Manusia Perahu Dibayar Rp 10 juta

Jalur Tikus Manusia Perahu Sampai ke Indonesia

Sudono Salim di Mata Bekas Karyawannya

Sudono Salim Orang Ke-25 Terkaya versi Forbes 2004

Pemain Jerman Bermalam Bersama Bintang Playboy

Gadis 18 Tahun Jatuh Setelah Berfoto di Tebing

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.