Nenek Moyang Cumi-cumi Vampir Masih Hidup di Lautan Miskin Oksigen

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ilmuwan menemukan bahwa cumi-cumi vampir telah bersembunyi selama 30 juta tahun di sudut lautan yang gelap. Analisis terbaru dari fosil yang telah lama hilang mengungkapkan jika vampyroteuthis infernalis atau cumi-cumi vampir saat ini masih hidup dan mampu tumbuh subur di air laut yang miskin oksigen.

Ahli Paleontologi Martin Košták menjelaskan bahwa penyelidikan fosil baru-baru ini membantu menutupi kekosongan 120 juta tahun yang lalu dalam perkembangan cumi-cumi vampir.

Baca: Keturunan Hewan Purba, Ikan Ini Nilainya Mencapai Rp4 Miliar

Ia juga mengungkapkan bahwa nenek moyang cumi-cumi vampir saat ini sudah bertahan di lautan yang lebih rendah selama masa Oligosen atau 23 juta hingga 34 juta tahun yang lalu, seperti dikutip dari situs Nature World News, Selasa, 23 Februari 2021.

Košták menemukan fosil yang telah lama hilang bersama rekan-rekannya saat mencari nenek moyang fosil sotong. Fosil tersebut awalnya ditemukan oleh Ahli Paleontologi Hongaria Miklós Kretzoi pada 1942. Ia pun mengenalinya sebagai cumi-cumi yang berusia 30 juta tahun dan menyebutnya sebagai necroteuthis hungarica.

Para ilmuwan kemudian berpendapat bahwa itu adalah leluhur sotong. Košták juga menjelaskan bahwa ini adalah momen besar untuk melihat sesuatu yang awalnya diindikasikan hilang. Ia bersama rekan-rekannya meneliti fosil tersebut menggunakan pemindaian mikroskop elektron dan melakukan pemeriksaan geokimia.

Apa yang ditemukan Kretzoi sebelumnya adalah nenek moyang cumi-cumi. Gladius atau cangkang dalam hewan itu, yang membentuk tulang punggung panjangnya hampir 6 inchi yang menandakan panjang cumi-cumi itu sekitar 13,7 inchi yang melibatkan lengan.

Ukuran itu sedikit lebih besar dari cumi-cumi vampir modern yang memiliki panjang sekitar 11 inchi. Ilmuwan juga memeriksa fosil tersebut di mana bahwasanya tidak ada tanda-tanda makhluk itu hidup di laut dangkal.

Penelitian yang dirilis dalam Jurnal Biology Communications memberitahu kita tentang bagaimana nenek moyang cumi-cumi vampir belajar bertahan hidup di tempat yang tidak bisa dilakukan cumi-cumi lain.

Melirik catatan fosil yang lebih dalam maka fosil tertua dari kelompok cumi-cumi tersebut kemungkinan besar berasal dari periode Jurassic atau sekitar 174 juta tahun yang lalu. Wow!