Neraca Adalah Laporan Keuangan dalam Perusahaan, Pahami Fungsi dan Bentuknya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan (kekayaan, kewajiban, dan modal) dari suatu entitas tersebut pada akhir periode.

Secara khusus, neraca adalah nama lain dari balance sheet. Balance sheet bisa memberikan gambaran tentang profil lengkap perusahaan dari sisi keuangan. Balance sheet sendiri merupakan bagian dari laporan keuangan bersama dengan laporan laba rugi dan laporan arus kas.

Neraca menjadi tonggak penting dalam sebuah perusahaan, pasalnya laporan keuangan ini akan menjadi syarat wajib dalam pengambilan sebuah kebijakan di perusahaan. Ini lantaran balance sheet atau neraca adalah sumber informasi penting kondisi keuangan perusahaan. Contohnya neraca memberikan gambaran jumlah aset dibandingkan jumlah utang.

Untuk lebih rinci, berikut ini ada ulasan mengenai pengertian neraca menurut para ahli beserta fungsi dan bentuk neraca yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (20/9/2021).

Pengertian Neraca Menurut Para Ahli

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntasi yang menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode. Namun berbeda pendapat mengenai pengertian neraca menurut beberapa ahli berikut ini :

1. Bedasarkan Ilmu Akuntansi

Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntasi yang menunjukkan posisi keuangan entitastersebut pada akhir periode tersebut.

2. Menurut Munawir

Neraca adalah laporan yang menyajikan sumber-sumber ekonomis dari suatu perusahaan atau aktiva, kewajiban-kewajibannya atau utang, dan hak para pemilik perusahaan yang tertanam dalam perusahaan tersebut atau modal pemilik pada suatu saat tertentu.

3. Menurut James C Van Harne

Neraca adalah ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu yang menunjukkan total aktiva dengan total kewajiban ditambah total ekuitas pemilik.

Fungsi Neraca Keuangan

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)

Fungsi neraca pada intinya untuk menaksir kesehatan keuangan perusahaan, meramalkan keadaan arus kas di masa depan serta berfungsi untuk menganalisis likuiditas serta fleksibilitas keuangan perusahaan. Selain itu, neraca juga berfungsi sebagai berikut ini:

1. Alat yang digunakan untuk analisis perubahan kondisi keuangan suatu perusahaan secara berkala dari tahun ke tahun. Jadi, dari laporan neraca kita (perusahaan) dapat mengetahui bagaimana perkembangan perusahaan dilihat dari kondisi keuangannya.

2. Alat untuk menganalisis likuiditas (kemampuan perusahaan mengembalikan hutang dalam bentuk dana cair atau liquid). Suatu entitas bisnis sehingga diketahui kemampuan suatu perusahaan untuk melakukan kewajibannya dengan harta likuid.

3. Alat untuk menganalisis kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek sebelum jatuh tempo. Neraca sangat penting untuk melihat apakah perusahaan mampu membayar hutang jangka pendeknya dengan melihat aktiva dan dibandingkan dengan kewajiban atau hutangnya.

Unsur-unsur Neraca Keuangan

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)

Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Berikut ini penjelasan lengkapnya, yaitu:

1. Aset (Aktiva) atau Harta

Aset (aktiva) sering disebut juga sebagai harta. Aset merupakan sumber ekonomi yang dapat memberikan manfaat usaha pada masa yang akan datang serta berada dalam saldo normal debit. Aset dalam hal ini terdiri dari piutang usaha, aset tetap, persediaan, biaya dibayar muka, serta aset tidak berwujud.

2. Kewajiban atau Hutang (Liabilitas)

Kewajiban atau hutang merupakan pembayaran yang ditunda hingga periode tertentu berdasarkan kesepakatan kepada pihak lain. Dengan begitu hutang tersebut harus dilunasi sebelum batas jatuh tempo pembayaran. Dalam hal ini kewajiban secara garis besar terdiri dari utang usaha, utang pajak dan utang non usaha.

3. Ekuitas (Modal)

Ekuitas atau modal merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Modal berfungsi sebagai sumber keuangan utama sebelum perusahaan memperoleh pendapatan serta laba dari laba produk atau jasa yang dihasilkan. Modal atau ekuitas terdiri dari modal yang disetor serta laba atau rugi yang diperoleh oleh perusahaan.

Bentuk Neraca Keuangan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Dalam penyajian laporan keuangan, neraca memiliki dua bentuk penyajian yaitu bentuk Stafel (laporan) dan Skontro (rekening). Berikut ini masing-masing penjelasannya, yaitu:

1. Bentuk Skontro (Rekening)

Laporan neraca dengan bentuk Skontro menyajikan rekening dalam dua sisi atau menyamping. Pada sisi sebelah kanan adalah komponen pasiva, berisikan modal dan kewajiban. Sedangkan pada sisi sebelah kiri adalah aktiva, yaitu semua akun dengan klasifikasi aktiva.

2. Bentuk Stafel (Laporan)

Neraca bentuk Stafel dibuat secara berurutan, mulai dari aktiva, pasiva, dan modal. Bentuk stafel memiliki bentuk memanjang yang dan cocoknya digunakan untuk perusahaan dengan akun yang banyak.

Cara Membuat Neraca Keuangan

Ilustrasi profit/laporan keuangan. (iStockphoto)
Ilustrasi profit/laporan keuangan. (iStockphoto)

Berikut ini ada beberapa cara membuat neraca keuangan bagi pemula yang bisa Anda coba, yaitu:

1. Tentukan Tanggal dan Periode Pelaporan

Neraca dimaksudkan untuk menggambarkan total aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham perusahaan pada tanggal tertentu, biasanya disebut sebagai tanggal pelaporan. Seringkali, tanggal pelaporan akan menjadi hari terakhir dari periode pelaporan. Sebagian besar perusahaan, akan membuat neracar keuangan setiap triwulan. Jika demikian halnya, tanggal pelaporan biasanya akan jatuh pada hari terakhir kuartal:

Q1: 31 Maret

Q2: 30 Juni

Q3: 30 September

Q4: 31 Desember

2. Identifikasi Aset Anda

Setelah Anda mengidentifikasi tanggal dan periode pelaporan, Anda harus menghitung aset Anda pada tanggal tersebut. Biasanya, neraca akan mencantumkan aset dalam dua cara yaitu aset lancar dan aset tidak lancar.

a. Aset lancar, meliputi:

1) Kas dan setara kas

2) Surat berharga jangka pendek

3) Piutang

4) Inventaris

5) Aset lancar lainnya

b. Aset tidak lancar, meliputi:

1) Surat berharga jangka panjang

2) Properti

3) Goodwill

4) Aset tidak berwujud

5) Aset tidak lancar lainnya

6) Aset lancar dan tidak lancar keduanya harus subtotal, dan kemudian dijumlahkan bersama.

3. Identifikasi Kewajiban Anda

Demikian pula, Anda perlu mengidentifikasi kewajiban Anda. Sekali lagi, ini harus disusun dalam item baris dan total, seperti di bawah ini:

a. Kewajiban Lancar, meliputi:

1) Akun hutang

2) Biaya masih harus dibayar

3) Pendapatan tangguhan

4) Kertas komersial

5) Bagian lancar hutang jangka panjang

6) Kewajiban Lancar Lainnya

b. Kewajiban Tidak Lancar, meliputi:

1) Pendapatan ditangguhkan (tidak lancar)

2) Kewajiban sewa jangka panjang

3) Hutang jangka panjang

4) Liabilitas tidak lancar lainnya

4. Hitung Ekuitas Pemegang Saham

Jika sebuah perusahaan atau organisasi secara pribadi dipegang oleh satu pemilik, maka ekuitas pemegang saham pada umumnya akan sangat mudah. Jika diadakan untuk umum, perhitungan ini dapat menjadi lebih rumit tergantung pada berbagai jenis saham yang dikeluarkan.

5. Tambahkan Total Liabilitas ke Total Saham Pemegang dan Bandingkan dengan Aset

Untuk memastikan neraca seimbang, perlu membandingkan total aset dengan total kewajiban ditambah ekuitas. Untuk melakukan ini, Anda harus menambahkan kewajiban dan ekuitas bersama. Untuk akun aktiva yang harus diperhatikan adalah dengan memisahkan aktiva lancar dan aktiva tetap. Fungsinya adalah memudahkan untuk mengetahui jumlah yang tertera pada masing-masing aktiva tersebut. Kemudian untuk mengetahui total dari keseluruhan aktiva, langkah mudahnya adalah dengan menambahkan keduanya agar diketahui totalnya. Hal pokok yang harus dibuat adalah dengan melewati beberapa prosedur, yaitu membuat jurnal pada neraca, memposting jurnal pada bagian buku besar, membuat laporan laba rugi untung dan yang terakhir adalah dengan menyusun laporan perubahan modal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel