Nestapa Pedagang Pasar Ciputat, Dagangan Senilai Rp10 Juta Ludes Dilalap Api

Merdeka.com - Merdeka.com - Kebakaran melanda Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, menyisakan duka bagi para pedagang. Salah satunya dirasakan Rina Sitohang (47).

Pemilik usaha penggilingan baso dan siomai ini hanya bisa pasrah meratapi seluruh alat dan perlengkapan usahanya di lapak seluas 3x4 meter ditempati belasan tahun lalu hangus terbakar pada Rabu (11/5) sore kemarin. Rina kini hanya ingin tempat usaha baru bisa disediakan segera pengelola pasar, agar kebutuhan hidupnya bisa kembali tercukupi.

"Pasrah, mau bilang apa. Kita engga asuransikan usaha juga," kata Rina, di depan garis polisi, dekat area lapaknya yang terbakar, Kamis (12/5)

Rina memperkirakan kehilangan modal usaha hingga Rp50 juta lebih akibat kebakaran yang menghanguskan seluruh peralatan dan perlengkapan usahanya itu.

"Saya ada dua mesin gilingan, daging gilingan stok-stok Lebaran, minyak, plastik saja baru belanja kemarin Rp10 juta, bahan bakso, siomai dan lain-lain," ujar dia.

Kesaksian Pedagang

Hal senada dirasakan Bude Sri. Penjaga lapak usaha sembako dan sayur mayur di area Pasar Ciputat, yang terbakar pun tak kalah panik dengan api dan kepulan asap pekat hitam yang diketahuinya ketika sedang mengupas kulit bawang.

"Ini semua berjualannya jam 12 malam ke atas sampai jam 9 pagi. Nah saya kalau jam 3 sore selalu datang, merapikan dagangan. Saat itu sedang mengupas kulit bawang. Tiba-tiba terdengar teriakan kebakaran," ucap dia.

Setelah mendengar teriakan itu, Bude Sri spontan langsung keluar dan berusaha menyelamatkan barang - barang dagangan milik bosnya. Beberapa barang modal dagangan dia dapat selamatkan, beberapa lainnya lebih dahulu tersambar api.

"Akhirnya semua lapak saya cabut-cabutin stop kontaknya. Setahu saya asal api dari area tengah terus merambat ke semua area," kenang dia.

Karena api yang sudah langsung membesar, Sri, dengan sepeda motor yang dia bawa kemudian langsung bergegas keluar dari area lapak-lapak yang terbakar.

Nurjen, bos penggilingan daging asal Pandeglang, yang lapak usahanya terbakar mengaku kehilangan modal hingga Rp70 juta. Selain mesin gilingan daging, bahan baku plastik sebagai pembungkus daging sudah digiling ludes dilalap si jago merah. Ratusan kilogram tepung yang baru beberapa jam dikirim dari suplier ke tokonya juga habis terbakar.

"Benar-benar cuma bisa lihat kondisinya sekarang yang seperti ini saja. Yang sudah terjadi ya sudah, saya ikhlas. Harapannya agar ada lapak baru yang bisa disediakan, agar usaha saya kembali berjalan," kata Nurjen yang mengaku menggiling 2 kwintal daging setiap harinya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel