Nestle Indonesia terapkan strategi bisnis berkelanjutan di 2022

PT Nestle Indonesia menerapkan strategi bisnis berkelanjutan pada tahun 2022 dengan melakukan investasi pembangunan pabrik baru dan peningkatan kapasitas pabrik serta implementasi industri berkelanjutan.

Corporate Affairs Director Nestle Indonesia Sufintri Rahayu mengatakan di Jakarta, Kamis bahwa pihaknya telah menginvestasikan 220 juta dolar AS untuk pembangunan pabrik baru Bandaraya di Batang, Jawa Tengah dan perluasan kapasitas di tiga pabrik yang telah beroperasi di Karawang, Panjang, dan Pasuruan.

Sufintri menjelaskan pabrik baru tersebut akan memproduksi produk susu segar dan minuman siap konsumsi yang membuka 200 kesempatan kerja serta membantu mengembangkan UMKM, khususnya peternakan sapi perah setempat.

"Pada Juni 2022 Nestle Indonesia meresmikan penyelesaian pembangunan Milo Vacuum Band Dryer (VBD). Melalui perluasan kapasitas pabrik ini, diharapkan seluruh produksi minuman kemasan Milo dapat dilakukan secara domestik," kata Sufintri.

Selain investasi pada kapasitas produksi, perusahaan juga memulai investasi pada praktik pembangunan boiler biomass di pabrik-pabrik yang ada di Indonesia pada 2021. Nestle mulai menggunakan sekam padi dan panel surya untuk menggantikan penggunaan gas alam untuk pengoperasian pabrik guna mendukung net zero emisi karbon pada 2050.

Sufintri menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan 100 persen penggunaan kemasan produk yang dapat didaur ulang pada tahun 2025. Saat ini, penggunaan kemasan produk yang dapat didaur ulang sudah mencapai 80 persen dari seluruh total produk, dan mengurangi sepertiga penggunaan plastik murni atau resin plastik.

Dikatakan, pihaknya bermitra dengan 26 ribu peternak sapi perah di Indonesia untuk mendapatkan pasokan susu segar untuk produknya. Dalam setahun, perusahaan membeli susu segar dari para peternak di Jawa Timur senilai 120 juta dolar AS.

Perusahaan juga bermitra dengan 20 ribu petani kopi di Lampung untuk memasok biji kopi yang akan diolah menjadi berbagai produk dengan nilai mencapai 80 juta dollar AS dalam setahun, katanya.


Baca juga: Nestle alami penurunan pasokan susu 30 persen akibat PMK
Baca juga: Teten dorong kemitraan koperasi peternak susu dan industri
Baca juga: Bahlil bertemu Nestle di Davos Swiss, bahas fasilitasi investasi