Nestle resmikan "boiler" biomassa tekan emisi kegiatan produksi

PT Nestle Indonesia meresmikan instalasi boiler biomassa dari limbah sekam padi untuk menekan emisi karbon di pabrik Karawang, Jawa Barat, sebagai wujud komitmen perusahaan untuk mendukung target net zero emission pada 2050.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam peresmian perluasan kapasitas produksi dan instalasi boiler biomassa di Karawang, Jawa Barat, Selasa, mengapresiasi langkah perusahaan asal Swiss itu untuk membangun boiler biomassa dalam upaya mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan.

"Boiler biomassa ini bisa menyerap sekam padi dari petani sekitar Karawang dan bisa mengurangi limbah, kalau saya tidak keliru, hingga 8.000 ton. Rakyat pun bisa menerima manfaat dua kali," katanya.

Senada, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga mengapresiasi langkah Nestle untuk membangun boiler biomassa karena akan dapat mengolah limbah sekam padi menjadi lebih bermanfaat.

"Ini hal yang sangat baik, apalagi Karawang itu produsen padi, ini juga akan menambah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Presiden Direktur Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan investasi boiler biomassa merupakan wujud nyata perusahaan mendukung target net zero emission.

Instalasi boiler biomass ini merupakan kelanjutan dari kerja sama dengan PT Tasma Bioenergy Bioenergy (Berkeley Energy Commercial Industry Services/BECIS) untuk menggunakan energi terbarukan dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kegiatan operasional pabrik.

Boiler biomassa di pabrik Nestle Karawang dapat memanfaatkan 8.880 ton sekam padi per tahun yang didapatkan dari petani padi setempat untuk mencegah sekam padi tersebut menjadi limbah pertanian atau dibakar.

Director of Sustainability PT Nestle Indonesia Prawitya Soemadijo mengatakan melalui penggunaan boiler biomassa ini, Nestle Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 6.068 ton CO2e per tahun atau hingga 20 persen.

Selain itu, pemanfaatan boiler biomassa juga dapat membantu penghematan biaya energi (energy cost saving) sebesar 14 persen.

Di sisi lain, sisa pembakaran boiler biomassa berupa abu bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan akan diberikan kembali pada petani padi setempat.

"Sesuai komitmen kami, penggunaan bio massa akan bisa mengurangi 20 persen emisi gas karbon dari seluruh kegiatan pabrik di Karawang sekaligus juga membantu mengolah limbah dan turut membantu perekonomian masyarakat," ujar Prawitya.

Baca juga: Diapresiasi Luhut, Nestle kucurkan Rp368 miliar tambah kapasitas MILO

Baca juga: Teten dorong kemitraan koperasi peternak susu dan industri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel