Netanyahu Gagal, Oposisi akan Bentuk Pemerintahan Baru Israel

·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Israel, Reuven Rivlin, Rabu 5 Mei 2021, meminta pemimpin oposisi Yair Lapid untuk membentuk pemerintahan baru, setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal membentuk koalisi pemerintahan pada tenggat waktu tengah malam.

Rivlin mengatakan dia telah berkonsultasi dengan semua pihak di parlemen Knesset, dan Lapid memiliki peluang terbaik untuk membentuk pemerintahan.

“Jelas anggota Knesset Yair Lapid memiliki peluang untuk membentuk pemerintahan yang akan mendapatkan kepercayaan Knesset, meski kesulitannya banyak,” kata Rivlin seperti dilansir dari DW, Kamis 6 Mei 2021

Lapid kini punya waktu empat minggu untuk mencapai kesepakatan dengan pihak lain.

Dia mengatakan dia akan bertindak cepat untuk membentuk pemerintah persatuan "secepat mungkin, sehingga kita bisa bekerja untuk rakyat Israel."

"Kami membutuhkan pemerintah yang akan mencerminkan fakta bahwa kami tidak membenci satu sama lain. Sebuah pemerintah di mana kiri, kanan dan tengah akan bekerja,“ katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah gagal menepati tenggat waktu sampai tengah malam pada hari Selasa untuk membentuk koalisi pemerintahan baru.

Presiden Israel Reuven Rivlin sekarang dapat memberikan mandat pembentukan pemerintahan kepada fraksi lainnya di parlemen Israel dalam beberapa hari mendatang. Ini dapat mengakibatkan Partai Likud Netanyahu harus duduk di bangku oposisi untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.

"Sesaat sebelum tengah malam, Netanyahu memberi tahu Beit HaNasi (kantor kepresidenan) bahwa dia tidak dapat membentuk pemerintahan dan mengembalikan mandat kepada presiden," kata pernyataan dari Reuven Rivlin lewat Twitter.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel