Netflix Ancam Para Penggunanya

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari

VIVA – Layanan video streaming asal Amerika Serikat, Netflix, mengancam para penggunanya. Ancaman dimaksud adalah bagi pengguna yang berlangganan tapi tidak aktif selama lebih dari dua tahun maka akan dimatikan akunnya. Hal ini merupakan kebijakan baru yang diterapkan oleh Netflix.

Direktur Produk Inovasi Netflix, Eddy Wu, telah mengumumkan akan memberi notifikasi ke pengguna yang tidak pernah menonton apapun selama satu tahun terakhir jika masih ingin memiliki akun. Bagi mereka yang tidak merespons maka akunnya akan dimatikan oleh Netflix.

"Jadi, siapa pun yang membatalkan akun mereka dan kembali dalam 10 bulan ke depan, maka akan memiliki preferensi favorit, profil viewing, dan detail akun sama seperti saat ditinggalkan," kata Wu, seperti dikutip dari laman Business Insider, Sabtu, 23 Mei 2020.

Menurutnya, jumlah akun tidak aktif memang tidak terlalu banyak, yaitu kurang dari 0,5 persen dari basis pengguna. Rencana untuk menutup akun ini juga bagian dari rencana keuangan perusahaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19, Netflix salah satu platform yang menenggak keuntungan dari peningkatan jumlah pengguna.

Tercatat, sejak Januari hingga Maret 2020, platform tersebut mendapatkan 15,8 juta pelanggan. Namun ternyata para bos Netflix tak yakin dampak tersebut akan berlangsung lama.

Pendiri dan Kepala Eksekutif Netflix, Reed Hastings, mengaku tidak yakin dengan apa yang terjadi di masa depan akibat pandemi tersebut.

Ia menuturkan jika kemungkinan jumlah pelanggan Netflix pada Q3 dan Q4 2020 nanti akan lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penambahan pelanggan di Q1 tahun ini terjadi kemungkinan karena penambahan pelanggan di paruh pertama akibat permintaan beraktivitas dari rumah.