Netflix Kehilangan 200 Ribu Pelanggan

Merdeka.com - Merdeka.com - Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Netflix kehilangan pelanggan sebanyak 200 ribu dalam tiga bulan pertama tahun ini. Ini diakibatkan karena pergeseran kekuatan ekonomi, persaingan yang semakin ketat dari platform streaming lain, dan konflik di Ukraina.

Dilaporkan Nytimes pada akhir April lalu, Selasa (10/5), perusahaan telah diperingatkan bahwa mereka diperkirakan akan kehilangan dua juta pelanggan pada kuartal kedua. Tentu saja proyeksi ini membuat saham mereka turun 35 persen.

Dalam sebuah surat kepada pemegang saham, Netflix menghubungkan hilangnya pelanggannya dengan sejumlah faktor, termasuk perlambatan dalam adopsi broadband dan TV pintar; berbagi kata sandi di antara rumah tangga; dan meningkatnya persaingan dari TV kabel dan siaran tradisional serta layanan streaming baru lainnya.

"Tetapi lanskap yang berubah dalam streaming mungkin juga berperan," tulis Netflix.

Reed Hastings, co-chief executive Netflix sebelumnya pernah menolak dukungan iklan di dalam platformnya. Namun, saat ini pikiran itu berubah.

"Mereka yang telah mengikuti Netflix tahu bahwa saya menentang kerumitan periklanan dan penggemar berat kesederhanaan berlangganan. Saya penggemar pilihan konsumen yang lebih besar dan memungkinkan konsumen yang ingin mendapatkan harga yang lebih rendah dan toleran terhadap iklan mendapatkan apa yang mereka inginkan," terangnya.

Penurunan jumlah pelanggan ini, ternyata berdampak terhadap gugatan pemegang saham mereka kepada Netflix. Mengutip informasi dari IGN via Liputan6, para pemegang saham menggugat lantaran merasa pihaknya telah diberikan informasi sesat tentang kerugian Netflix.

Gugatan tersebut diajukan pada 3 Mei 2022 di pengadilan distrik federal di San Fransisco. Para penggugat menuduh Netflix melanggar UU keamanan Amerika Serikat dengan membuat pernyataan salah dan/atau menyesatkan secara material pada para pemegang sahamnya.

Selain itu, Netflix juga disebut gagal mengungkapkan fakta sebenarnya mengenai kerugian yang dialami perusahaan, baik soal bisnis, operasi, dan prospek ke depan. Gugatan class action ini diajukan atas nama pemegang saham yang memiliki saham Netflix antara 19 Oktober 2021 hingga 19 April 2022. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel