Netflix Mau Menertibkan Pengguna

Lazuardhi Utama, BBC Indonesia
·Bacaan 1 menit
Netflix logo on a TV with hand holding remote
Netflix logo on a TV with hand holding remote

Netflix berusaha menghentikan praktik berbagi kata sandi (password). Sejumlah pengguna melaporkan mereka melihat layar yang mengatakan, "Jika Anda tidak tinggal dengan pemilik akun ini, Anda memerlukan akun Anda sendiri untuk lanjut menonton."

Seorang juru bicara Netflix mengatakan kepada BBC: "Tes ini dirancang untuk membantu memastikan bahwa orang yang menggunakan akun Netflix memang diizinkan untuk melakukannya."

Perusahaan belum membuat keputusan apakah cara ini akan diluncurkan di seluruh jaringannya. Dalam uji coba, pengguna dapat memverifikasi bahwa mereka diizinkan untuk mengakses akun dengan kode, yang dikirim melalui teks atau email.

Netflix berusaha untuk menindak para pengguna yang tidak sah, meskipun tidak jelas berapa banyak orang yang melanggar persyaratan layanan platform tersebut.

Platform video streaming, termasuk Netflix, HBO Go, Amazon Prime, dan Disney Plus, mengizinkan pengguna membuat lebih dari satu profil di dalam akun, namun syarat dan ketentuan mereka menentukan bahwa profil tersebut hanya boleh digunakan oleh orang-orang yang serumah.

Dalam siaran web pada 2016, salah satu pendiri dan kepala eksekutif Netflix Reed Hastings mengatakan: "Berbagi kata sandi adalah sesuatu yang wajar, karena ada begitu banyak orang yang membagikan kata sandi mereka secara sah, misalnya Anda berbagi dengan pasangan Anda, dengan anak-anak Anda, jadi tidak ada batasan yang jelas, dan kami tidak mempermasalahkan hal ini. "

Pada Oktober 2019, chief product officer Greg Peters mengatakan perusahaan sedang menangani masalah terkait praktik berbagi kata sandi, tetapi mengatakan tidak ada "rencana besar untuk mengumumkan saat ini dalam hal melakukan sesuatu yang berbeda di sana".

Netflix memperoleh hampir 37 juta pelanggan baru pada tahun 2020 dan sekarang memiliki lebih dari 200 juta pelanggan di seluruh dunia.

Kenaikan harga, penutupan global, dan acara-acara seperti Tiger King dan The Queen`s Gambit membuat Netflix melaporkan pendapatan hampir US$25 miliar (Rp359 triliun) dan laba hampir US$2,8 miliar (Rp40,2 triliun).