Netizen China Geram Lihat Pertandingan Voli Timnas Lawan Iran

Merdeka.com - Merdeka.com - Pertandingan voli yang mempertandingkan tim nasional perempuan China melawan Iran memicu kemarahan netizen China karena para pemain Negeri Tirai Bambu memakai masker N95.

Banyak dari netizen geram karena mengenakan masker N95 sambil bertanding itu bisa membahayakan kondisi para pemain hanya demi kebijakan nol-Covid pemerintah.

Para pemain China kemudian melepas masker mereka pada set kedua dan akhirnya menang.

Asosiasi Voli China kemudian meminta maaf dan mengatakan keputusan itu diambil karena kurangnya pengalaman.

Namun sebagian netizen menilai peristiwa itu adalah contoh betapa pejabat terlalu berlebihan menerapkan aturan memakai masker.

"Para pemimpin kita terlalu berlebihan. Sesederhana itu saja masalahnya," seru seorang netizen, seperti dilansir laman BBC, Jumat (26/8).

Pertandingan itu berlangsung pada Kamis lalu dalam kejuaraan Piala Asia di Filipina.

Foto dari pertandingan itu memperlihatkan para pemain China memakai masker saat berlaga. Foto itu dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai kecaman. Di jejaring sosial Weibo (Twitter China) foto itu dilihat 16 juta kali.

Salah satu pengguna Weibo menulis: "Apakah kesehatan atau penampilan yang lebih penting? Kita harus bertanggung jawab terhadap atlet kita."

Kecaman di media sosial itu membuat Asosiasi Voli China meminta maaf secara terbuka.

Dalam pernyataan di Weibo, Asosiasi mengatakan tim panitia sudah mengetahui sebelum pertandingan bawah ada anggota tim lain yang tertular Covid dan sejumlah anggota tim China mengalami gejala Covid.

Untuk mencegah penularan, mereka meminta para pemain memakai masker saat masuk ke lapangan. Tapi karena tidak jelas apakah mereka juga harus memakai masker selama pertandingan, maka kapten tim memutuskan mereka memakai masker pada set pertama.

Setelah kalah di set pertama mereka kemudian melepas masker dan akhirnya menang 3-1 dari Iran.

"Setelah menyadari bermain dengan memakai masker tidak baik untuk kesehatan para pemain, maka tim mengingatkan kami bahwa para pemain akhirnya melepas masker dan menyelesaikan babak berikutnya," kata panitia.

China masih memberlakukan pembatasan Covid yang ketat, termasuk mewajibkan pakai masker di dalam dan luar ruangan. [pan]