Netizen Indonesia Meradang, Medsos All England Mendadak Hilang

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Insiden yang melibatkan tim bulutangkis Indonesia di All England 2021 membuat netizen Indonesia meradang. Mereka ramai-ramai 'bersilahturahmi' ke sejumlah akun terkait.

Akun Instagram dan Twitter Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menjadi sasaran. Diselimuti kekecewaan, mereka tanpa henti, memprotes mengapa skuad 'Merah Putih' dipaksa mundur dari turnamen paling bergensi di dunia tersebut.

Setelah mendapat serangan netizen Indonesia, terlihat kolom komentar dibatasi. Sebab hampir seluruh komentar berisi kecaman atas rasa ketidakadilan terhadap tim bulutangkis Indonesia.

Bukan cuma akun media sosial BWF yang menjadi sasaran empuk. Netizen Indonesia juga menyambangi akun instagram resmi All England.

Sama seperti halnya BWF, netizen rata-rata protes akan ketidakadilan yang dirasakan Jonathan Christie cs. Sebagian besar meminta agar All England ditunda untuk sementara.

Komentar dari netizen Indonesia yang bertubi-tubi akhirnya membuat akun allenglandofficial hilang dari Instagram. Pantauan VIVA Bulutangkis, pada Sabtu 20 Maret 2021, akun allenglandofficial sudah tidak ada

Hilangnya akun centang biru tersebut kemungkinan besar karena report massal yang dilakukan netizen Indonesia hingga akhirnya pihak Instagram menghapus akun tersebut.

Saat ini, jika dicari di instagram, sudah tak ada lagi akun allenglandofficial. Hmm.. kekuatan netizen Indonesia memang luar biasa.

Di sisi lain, setelah dipaksa mundur dari All England, tim bulutangkis Indonesia direncanakan bakal kembali ke Tanah Air pada Minggu 21 Maret 2021.

Manajer tim bulutangkis Indonesia Ricky Soebagdja mengatakan, setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, khususnya dengan Duta Besar RI di London, Desra Percaya, tim Indonesia akhirnya bisa pulang lebih cepat.

KBRI juga memfasilitasi tes kit untuk swab secara mandiri. Proses swab dilakukan oleh dokter PP PBSI dan hasilnya akan dibawa oleh KBSI ke laboratorium di Birmingham untuk dites PCR.

“Alhamdulillah, setelah Pak Dubes, yaitu Pak Desra bertemu dengan pihak NHS, beliau mendapatkan izin dan keputusan bahwa kami bisa lebih cepat pulang ke Indonesia. Hari ini kami semua akan melakukan Swab PCR untuk syarat kepulangan kami nanti, yang juga alat tes kit-nya diberikan oleh KBRI. Ini semua sudah mendapatkan izin baik dari NHS, maupun panitia All England,” tutur Ricky dalam rilis PBSI yang diterima VIVA.

“Kepulangan Tim Indonesia, Insya Allah dijadwalkan pada Minggu, 21 Maret melalui London, karena tidak ada penerbangan dari Birmingham di tanggal tersebut. Untuk transportasi dari Birmingham ke London akan dibantu oleh KBRI, kami akan dijemput dan diantar hingga ke bandara nanti oleh Pak Desra, Dubes RI di London,” sambungnya.