Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan, Memburuk dari Tahun Lalu

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Survei Digital Civility Index (DCI) 2020 dari Microsoft mendapuk netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Kesopanan netizen Indonesia bahkan jadi salah satu yang terburuk dari 32 negara dalam survei tersebut.

Dalam laporan DCI 2020, seperti dikutip dari Mashable, Jumat, 26 Februari 2021, Microsoft menemukan kesopanan netizen Indonesia memburuk ketimbang tahun lalu. Survei menunjukkan kesopanan netizen Indonesia selama satu tahun kemarin memburuk 8 poin ke skor 76.

Baca: Banjir Jakarta, Ahok Menggema

Ada yang menarik dari survei ini, bahwa kelompok remaja tidak memberikan kontribusi positif ataupun negatif terhadap skor kesopanan netizen Indonesia di sepanjang tahun lalu. Kemerosotan kesopanan netizen Indonesia sepenuhnya didorong oleh netizen dewasa yang bertambah tidak sopan sebanyak 16 poin.

Tiga risiko online terbesar ketika jadi netizen di Indonesia adalah hoax dan scam (bertambah 13 poin), ujaran kebencian (bertambah 5 poin), dan diskriminasi (berkurang 2 poin).

Sebanyak 42 persen responden Indonesia mengatakan kesopanan online lebih baik selama masa pandemi COVID-19. Responden menyebut, mereka merasa kesopanan online meningkat berkat rasa kebersamaan yang lebih besar dan menyaksikan orang membantu orang lain.

Meski demikian, 47 persen responden mengaku terlibat dalam insiden intimidasi, dengan 19 persen responden mengatakan mereka menjadi sasaran bully atau perundungan.

Netizen milenial Indonesia jadi yang paling terpukul dengan kasus bully online ini. Secara garis besar, Indonesia berada di posisi paling buncit perihal kesopanan online di Asia.

Adapun tetangga Indonesia, Singapura, menjadi negara Asia paling sopan di survei tersebut, di mana mereka memiliki skor 59 dan menempati posisi ke-4 di dunia setelah Belanda, Inggris Raya, dan AS.

Kesopanan netizen Indonesia juga menempati posisi 29 dari 32 negara yang di survei Microsoft. Namun, Indonesia masih lebih unggul dari Meksiko (DCI 76), Rusia (DCI 80), dan Afrika Selatan (DCI 81) dalam hal kesopanan online di survei tersebut.

Digital Civility Index (DCI) merupakan survei tahunan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) yang didirikan Bill Gatest itu yang ditujukan untuk mempromosikan interaksi online yang lebih aman, lebih sehat, dan lebih saling menghormati di antara semua orang.

Dalam survei ini, Microsoft menanyakan ribuan responden usia dewasa dan remaja dari puluhan negara tentang keterpaparan mereka terhadap 21 risiko online yang berbeda dalam empat kategori, yaitu perilaku, seksual, reputasi, dan pribadi/mengganggu.

Total, ada lebih dari 16 ribu responden dari 32 negara berpartisipasi dalam DCI 2020. Dari jumlah tersebut, 503 orang di antaranya berasal dari Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada April dan Mei 2020, dan baru dipublikasi pada Februari 2021.