Netty Prasetiyani: Kita Butuh Sosok Menkes yang Paham Pandemi COVID-19

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher menanggapi mengenai penunjukan Budi Gunadi Sadikin sebagai menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto. Netty menilai, hal ini merupakan pertama kalinya Kementerian Kesehatan dipimpin figur yang bukan berlatar belakang kesehatan atau dokter.

Namun, ia menyadari, penunjukan seseorang menjadi menteri sebagai hak prerogatif Presiden. Meski demikian, ia mengingatkan, penempatan sumber daya manusia (SDM) perlu mempertimbangkan kesesuaian dan kebutuhan. Pun, faktor terpenting mampu meningkatkan kinerja pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Saya tidak berani memprediksi apakah pergantian ini akan membuat Kemenkes memiliki kewenangan penuh menjadi leading sector penanganan pandemi COVID-19, membawa Indonesia lepas dari pandemi, atau malah membuat sistem kesehatan kita makin parah karena ditangani oleh yang bukan ahlinya," kata Netty, kepada wartawan, Rabu 23 Desember 2020

Netty melanjutkan, Indonesia saat ini tengah berperang melawan pandemi COVID-19. Angka kasus positif setiap hari semakin tinggi. Tingkat penularannya juga semakin meluas dan belum ada kepastian tentang vaksin yang dianggap mampu mengubah keadaan.

Dengan kondisi itu, Indonesia membutuhkan sosok yang tepat dan kompeten di bidang kesehatan.

"Kita butuh sosok menteri kesehatan yang memahami pandemi COVID-19 sebagai persoalan berbasis kesehatan, bukan hanya dipandang dari kacamata ekonomi dan moneter. Selesaikan dulu basis persoalan kesehatannya baru pemulihan ekonomi," tutur wakil ketua Fraksi PKS itu.

Dia menambahkan, saat ini publik masih banyak bertanya soal kondisi kesehatan Tanah Air, terutama persoalan pandemi COVID-19. Ia berharap, Budi mampu menjawab persoalan yang menjadi kegelisahan masyarakat Indonesia.

"Apakah penempatan Budi Sadikin mampu menjawab kegelisahan publik seperti tentang kapan pandemi berakhir, apakah vaksin yang didatangkan aman dan ampuh, kenapa rapid test antigen jadi syarat perjalanan?" ujarnya.

"Amankah sekolah dibuka saat ini, kenapa kita belum mampu memproduksi sendiri vaksin dan menemukan obat COVID-19, serta pertanyaan lain yang selama ini masih abu-abu?" tambah Netty

Netty berharap Budi bisa bekerja optimal dan dapat memastikan rakyat Indonesia dapat hak kesehatannya.

"Pergantian menkes telah diputuskan Presiden. Saatnya kita melihat, perbaikan apa yang akan terjadi dalam sistem kesehatan kita. Selamat bekerja, Pak Budi. Pastikan rakyat Indonesia mendapatkan hak kesehatannya dengan baik," tuturnya.