Newcastle dan riuhnya pasar transfer musim dingin Liga Inggris

·Bacaan 5 menit

Dalam liga sepak bola profesional Eropa mana pun ada dua jendela transfer untuk setiap musim, yakni jendela transfer musim panas setiap selesai musim dan jendela musim dingin sepanjang Januari setiap tahun.

Di Inggris, jendela transfer Januari musim ini sudah dimulai sejak 1 Januari, sementara liga-liga lain, termasuk La Liga Spanyol dan Serie A Italia baru memulai 3 Januari. Tapi semua liga serempak menutup bursa ini setelah 31 Januari nanti.

Bursa transfer Eropa, khususnya Liga Inggris, selalu menarik perhatian, bukan saja oleh kemilau para bintang lapangan hijau yang menjadi subjek transfer, namun juga oleh dana yang dibenamkan untuk setengah musim ke depan.

Pandemi COVID-19 memang masih mengganggu liga-liga di Eropa sehingga sedikit banyak masih mengganggu aliran pemasukan finansial, sebagaimana terjadi dalam cabang-cabang olahraga lainnya.

Namun berbeda dari musim lalu, bursa Januari musim ini berjalan mendekati kondisi seperti masa sebelum pandemi. Jumlah dananya pun bisa jauh lebih besar ketimbang periode sama tahun lalu.

Musim panas tahun lalu, mengutip laporan lembaga akuntansi terkemuka Deloitte, klub-klub Serie A memompakan total dana transfer senilai Rp8,89 triliun, Bundesliga Rp6,71 triliun, Ligue 1 Prancis Rp6,06 triliun dan La Liga Spanyol Rp4,77 triliun.

Angka itu jauh di bawah dana yang dikeluarkan klub-klub Liga Inggris yang mengalokasikan total Rp17,7 triliun selama musim panas tahun lalu. Ini lebih dari dua kali lipat Serie A dan empat kali lipat La Liga.

Oleh karena itu, menjadi masuk akal jika yang terjadi di Liga Inggris dalam bursa transfer Januari akan terlihat lebih menarik ketimbang liga-liga lain.

Dan di antara yang paling menarik dari bursa transfer Liga Inggris adalah gerak gerik Newcastle United walaupun sedang terseok-seok dan berjuang keras menghindari degradasi.

Newcastle menjadi menarik setelah diakuisisi oleh sebuah konsorsium yang salah satu anggotanya Public Investment Fund. Lengan investasi pemerintah Arab Saudi yang memiliki dana tak terhingga ini pernah menawar Manchester United dengan berapa pun harga yang diminta Keluarga Glazer yang memiliki Setan Merah.

Baca juga: Newcastle United ingin pinjam Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal

Newcastle mempermak diri

Akusisi itu baru rampung Oktober 2021 sehingga klub yang tiga kali menjuarai Liga Premier selagi masih bernama Divisi Utama itu belum bisa memanfaatkan dana besar Arab Saudi untuk belanja pemain.

Tim asuhan pelatih Eddie Howe ini diperkirakan bakal memperkuat diri dalam semua lini skuadnya, dari penjaga gawang sampai striker.

Newcastle hanya bisa mengumpulkan 11 poin dari 19 pertandingan liga pertamanya musim ini. Dari 15 tim yang pernah mengoleksi poin sebanyak itu, 14 klub di antaranya akhirnya terdegradasi pada akhir musim.

Tak heran, Januari menjadi bulan sangat penting bagi Newcastle karena harus memperkuat diri, karena taruhannya terlempar ke divisi dua.

Hal pertama yang dilakukan Newcastle adalah memastikan gawang mereka dijaga kiper tangguh karena tiga kiper yang saat ini ada, yakni Martin Dubravka, Karl Darlow dan Freddie Woodman, merupakan yang paling buruk di Liga Inggris.

Newcastle bisa membidik kiper-kiper berkualitas di atas ketiga kipernya, yang salah satunya Nick Pope dari Burnley, setelah hasrat mereka membeli Dean Henderson terhenti oleh vonis Man United yang menyatakan Henderson tidak untuk dijual.

Kebobolan 42 gol dari 19 pertandingan juga menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan Newcastle. Untuk itu, bek baru menjadi pilihan rasional bagi Newcastle.

Dan mereka sudah semakin dekat mendapatkan bek tangguh Atletico Madrid, Kieran Trippier, selain Sven Botman yang sedang bermain untuk klub Lille di Liga Prancis.

Namun lini tengah mereka tidak begitu terampil. Statistik Opta Sports menunjukkan untuk urusan merangsek pertahanan lawan dari lini tengah, Newcastle adalah yang terburuk ketiga di Liga Inggris. Untuk alasan ini pula, Eddie Howe kabarnya tertarik mendatangkan Boubacar Kamara dari Marseille.

Dalam lini serang, Callum Wilson dan Saint-Maximin masih menjadi andalan, namun ancaman cedera membuat Newcastle memerlukan imbuhan lain. Dalam kaitan ini, Newcastle kabarnya tengah mengincar Moussa Dembele dari Lyon dan Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal.

Baca juga: Skuat masih belum cukup, Newcastle tunda lawatan ke markas Southampton

Tak kalah sibuk

Klub-klub Liga Inggris lainnya tak kalah sibuk. Ancaman Omicron dan cedera yang mengganggu ketersediaan pemain membuat mereka terpaksa belanja besar dalam bursa transfer Januari ini.

Dan itu termasuk Arsenal yang belakangan sedang menyengat. Mereka khususnya mencari pengganti Aubameyang jika pemain ini hengkang. Dana transfer senilai Rp580 miliar sudah dipegang rapat-rapat oleh manajer Mikel Arteta.

Steven Gerrard juga tak mau ketinggalan, apalagi dia mengkhawatirkan cedera lutut yang dialami Marvelous Nakamba. Untuk itu, manajer Aston Villa ini mengintip gelandang Southampton Oriol Romeu, selain bek Liverpool Joe Gomez dan mantan pemainnya di Glasgow Rangers, Glen Kamara.

Bahkan Chelsea pun tak mau absen. Manajer Thomas Tuchel yang berharap Ben Chilwell segera pulih dari cedera lutut, tengah memantau bek tengah Sevilla Jules Kounde dan gelandang AS Monaco Aurelien Tchouameni.

Apalagi Manchester United yang belum juga bangkit meskipun sudah dilatih Ralf Rangnick, yang filosofinya diadopsi pelatih Liverpool Juergen Klopp dan Thomas Tuchel. Setan Merah berusaha mendapatkan gelandang bertahan West Ham United Declan Rice untuk mengisi sektor terlemah mereka, lapangan tengah.

Sebaliknya, David Moyes tak henti meminati Jesse Lingard dari Man United, selain berusaha mencari pelapis pertahanan West Ham yang kehilangan Angelo Ogbonna dan Kurt Zouma karena cedera parah.

Di Tottenham, Antonio Conte ingin menambah satu bek tengah dan satu pemain sayap. Dia mungkin hanya bisa mewujudkan salah satunya karena Daniel Levy yang memiliki klub ini hanya menyediakan dana transfer maksimal Rp438 miliar.

Klub-klub lebih kecil mungkin juga akan berbelanja, paling tidak mencari pemain pinjaman dari klub lain. Sebaliknya, klub-klub yang merasa memiliki kedalaman skuad, seperti Leeds United dan Wolverhampton Wanderers, akan cenderung menggunakan pemain yang sudah ada.

Untuk alasan berbeda, Manchester City yang baru melepas Ferran Torres ke Barcelona, juga cenderung tidak akan terlalu aktif sekalipun memiliki dana Rp1,9 triliun sampai musim panas tahun ini.

Liverpool juga kurang lebih akan seperti itu. Sekalipun bakal kehilangan Sadio Mane dan Mohamed Salah selama beberapa pekan karena membela negaranya dalam Piala Afrika 2021, yang segera digelar awal Januari ini. Prospek sama mungkin juga terjadi pada Leicester walaupun manajer Brendan Rodgers juga terpaksa melepas empat pemainnya untuk Piala Afrika.

Tak kalah menarik dari hingar bingar itu adalah apa yang terjadi setelah bursa transfer ini selesai. Apakah ada pembalikan besar di Liga Inggris?

Tentu saja tak bisa dijawab sekarang, namun yang pasti Liga Inggris akan kian sengit sampai akhir musim ini nanti.

Baca juga: Newcastle harus realistis di bursa transfer musim dingin, kata Howe
Baca juga: MU dan Newcastle berburu Boubacar Kamara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel