Neymar, Diving Epik di Piala Dunia, dan Julukan Memalukan Fallon d'Floor

Bola.com, Jakarta - Neymar menjadi tulang punggung Timnas Brasil jelang Piala Dunia 2022 di Qatar. Sudah dua dekade ini Brasil tidak meraih gelar Piala Dunia yang terakhir kali mereka dapatkan pada 2002.

Di beberapa edisi Piala Dunia setelah tahun 2002, Brasil tidak hanya kesulitan meraih gelar. Mereka bahkan kesulitan menembus babak final.

Selain itu, Neymar yang kini menjadi kapten Brasil kerap melakukan diving. Aksi diving dia lakukan dalam dua edisi terakhir Piala Dunia terakhir, pada 2014 serta 2018.

Aksi diving ini memang sering para pemain lakukan. Tujuannya mendapatkan hadiah tendangan bebas hingga penalti hingga memberi lawan hukuman seperti kartu kuning hingga merah, sampai mengulur-ulur waktu.

Neymar juga melakukannya pada Piala Dunia 2014 saat Brasil jadi tuan rumah. Simak cerita ketika Neymar melakukan divingnya secara epik ini di Piala Dunia.

 

Neymar Pencatat Diving Tertinggi

Neymar menyatakan dengan terang-terangan bahwa edisi 2022 ini akan menjadi ajang terakhirnya di Piala Dunia. Pemain bernomor punggung 10 tersebut tercatat telah mengoleksi 119 caps dengan mencetak 74 gol. Neymar tentu akan tampil maksimal karena Brasil merupakan tim favorit di ajang ini. Tim Samba akan tergabung ke dalam Grup G bersama Serbia, Swiss, dan Kamerun. (AFP/Silvio Avila)
Neymar menyatakan dengan terang-terangan bahwa edisi 2022 ini akan menjadi ajang terakhirnya di Piala Dunia. Pemain bernomor punggung 10 tersebut tercatat telah mengoleksi 119 caps dengan mencetak 74 gol. Neymar tentu akan tampil maksimal karena Brasil merupakan tim favorit di ajang ini. Tim Samba akan tergabung ke dalam Grup G bersama Serbia, Swiss, dan Kamerun. (AFP/Silvio Avila)

The Wall Street Journal mencatat Brasil menjadi negara yang paling banyak melakukan diving di Piala Dunia 2014. Ada total 17 diving yang Brasil lakukan dan menghabiskan waktu 3 menit 17 detik.

Dari jumlah tersebut, Neymar yang banyak melakukan diving. Negara yang paling bersih dari diving yakni debutan Bosnia-Herzegovina yang hanya dua kali dan membutuhkan waktu 24 detik untuk pemainnya bangkit.

Neymar juga harus mengakhiri Piala Dunia 2014 ini secara cepat. Dia mengalami cedera parah saat Brasil menghadapi Kolombia di babak perempat final.

 

Mengulanginya di Piala Dunia 2018

Dua kali Neymar melakukan diving epic di Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia. Keduanya juga menjadi trending topik di media sosial sedunia.

Aksi diving pertama dilakukan Neymar saat menghadapi Serbia. Dia berguling hingga beberapa meter dan terkenal dengan nama Neymar Rolling Shooting Stars saat pemain Serbia, Adem Ljajic, menekelnya.

Lalu aksi diving keduanya, Neymar lakukan saat menghadapi Meksiko di babak 16 besar. Dia berpura-pura kesakitan saat pemain Meksiko Miguel Layun mengambil bola dan kakinya mengenai kaki Neymar.

 

 

Mendapat Kritikan

2. Neymar - Piala Dunia 2018 lalu menyisakkan beberapa momen yang tak terlupakan. Salah satunya adalah saat bintang Timnas Brasil ini melakukan diving dengan aksi teatrikalnya yang berguling-guling dan merengek kesakitan ketika terjatuh di lapangan. (AFP/Jewel Samad)
2. Neymar - Piala Dunia 2018 lalu menyisakkan beberapa momen yang tak terlupakan. Salah satunya adalah saat bintang Timnas Brasil ini melakukan diving dengan aksi teatrikalnya yang berguling-guling dan merengek kesakitan ketika terjatuh di lapangan. (AFP/Jewel Samad)

Pada Piala Dunia 2018 Rusia, Neymar telah menghabiskan 13 menit dan 50 detik untuk berpura-pura sakit. Hal ini membuat kritikan terlontar kepadanya.

Meskipun Neymar pada dua ajang Piala Dunia ini mencetak 4 gol di 2014 dan 2 gol di 2018, kritikan pedas terlontar kepadanya. Dia bahkan meraih gelar Fallon d'floor atau si raja diving.

Lalu, apakah dia akan melakukannya lagi di Piala Dunia 2022 di Qatar? Tunggu jawabannya pada tanggal 21 November hingga 18 Desember 2022.

Sumber: Talksport

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel