Neymar tertawakan kabar pesta Tahun Baru untuk 500 tamu

·Bacaan 2 menit

Rio de Janeiro (AFP) - Neymar pada Kamis waktu setempat menertawakan kontroversi atas laporan bahwa dia menggelar pesta besar Tahun Baru untuk 500 tamu dengan cara memposting video online tentang persiapan untuk apa yang dia sebut "makan malam sederhana" bersama keluarga dan teman.

Pesepakbola superstar itu menghadapi banjir kritik di negara asalnya Brasil dan sekitarnya atas laporan bahwa meskipun tengah suasana pandemi virus corona dia merayakan 2021 dengan pesta selama sepekan untuk ratusan orang di rumahnya di luar Rio de Janeiro.

Namun, dia menggunakan Instagram beberapa jam sebelum tengah malam untuk menunjukkan rencana Malam Tahun Baru yang dia sebut rencana berskala kecil.

Striker Paris Saint-Germain berusia 28 tahun ini memposting video meja makan yang sepertinya dapat menampung sekitar 40 tamu yang dihiasi dengan bunga putih dan diselang seling dengan kursi kosong.

"Dekorasi luar biasa untuk makan malam kecil yang indah dan sederhana di rumah ini, dengan menjaga jarak sosial," kata dia.

"Dan itu bukan untuk 500 orang, oke?" tambah dia sambil tertawa.

"Jaga jarak sosial. Semua orang sudah dites," tulis dia dalam keterangannya.

Sebelumnya, dia memposting video dirinya dan putranya yang berusia sembilan tahun mendapatkan apa yang dia sebut tes virus corona baru yang ke-50.

Neymar yang tidak bermain sejak cedera pergelangan kaki saat melawan Lyon pada 13 Desember, sebelumnya enggan mengomentari laporan tentang pesta yang seharusnya dia lakukan di kota tepi pantai Mangaratiba.

Para jaksa negara bagian Rio de Janeiro telah membuka penyelidikan atas laporan tersebut.

Menurut situs berita G1, mereka mengatakan Neymar pada Kamis membantah menjadi penyelenggara pesta mana pun di Mangaratiba.

Pesepakbola ini dikabarkan melakukan perjalanan ke negara bagian Santa Catarina di Brasil selatan untuk merayakan Tahun Baru di sana.

Kantor persnya belum menanggapi pertanyaan dari AFP soal rencana dia.

Brasil mencatat jumlah kematian paling tinggi kedua saat pandemi setelah Amerika Serikat, di mana sudah hampir 195.000 orang tewas akibat Covid-19.

jhb/acb