NFA dan KPK berkolaborasi wujudkan ketahanan pangan berintegritas

Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) menjalin kolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mewujudkan ketahanan pangan berintegritas.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Rabu mengatakan, ketahanan pangan nasional harus dibangun di atas penyelenggaraan yang taat terhadap regulasi, transparan, dan akuntabel serta sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

"Badan Pangan Nasional sangat berkepentingan untuk ikut mendorong terselenggaranya berbagai upaya pencegahan korupsi, khususnya di sektor pangan yang sangat strategis karena mempengaruhi hajat hidup masyarakat luas. Dengan penyelenggaraan pangan yang bersih akan terbangun ketahanan yang kuat,” ujar Arief.

Dalam menjalankan tugas menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional, Badan Pangan Nasional siap bermitra dan menjalin kolaborasi yang kuat dengan KPK.

Arief meminta agar seluruh insan Badan Pangan Nasional siap ditegur, berani menolak, dan saling mengingatkan dalam rangka menjadikan Badan Pangan Nasional Bebas Korupsi.

“Untuk itu, saat ini Badan Pangan Nasional bersama KPK mengadakan sosialisasi pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi yang diikuti 200 lebih pegawai di lingkungan Badan Pangan Nasional, serta turut hadir secara virtual perwakilan dinas urusan pangan dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional dalam kerangka membangun sistem pangan yang berkepastian dan untuk mencapai tujuan Badan Pangan Nasional, yaitu menjamin ketersediaan baik dari pasokan, stabilitas harga, maupun kualitas pangan.

“Tujuan mulia keberadaan NFA tersebut hanya akan efektif dan efisien tercapai kalau bebas korupsi,” ujarnya.

Sektor pangan merupakan salah satu sektor yang rawan, sehingga diperlukan komitmen yang kuat para pelakunya dalam menjaga integritas.

“Oleh karena itu, kami berharap keberadaan NFA yang merupakan lembaga baru, seumpama kertas putih mudah-mudahan dapat diukir dengan tinta emas, mewujudkan visi kedaulatan pangan dengan basis pelayanan pangan tanpa korupsi," kata Nurul Ghufron.